Bupati Fikri menegaskan, pencapaian ini akan menjadi awal untuk menjadikan paralayang sebagai agenda wisata tahunan.
“Kami ingin Rejang Lebong dikenal sebagai kota wisata petualangan yang menantang sekaligus memukau secara visual,” tegasnya.
Eksplorasi Spot Baru Paralayang
Rully menambahkan, kegiatan Paralel dibagi menjadi dua tahap yakni survei dan uji terbang di Bukit Kaba dan Bukit Basah guna mengidentifikasi titik terbang baru.
“Untuk Bukit Kaba sudah berhasil, sementara Bukit Basah sedang kami persiapkan,” jelasnya.

Bagi wisatawan umum, kegiatan Open Tandem Paralayang tetap berpusat di puncak Diklat kawasan Danau Mas Harun Bastari (DMHB) dengan tarif Rp650 ribu per orang. Pilot tandem profesional bersertifikat akan menetap selama sebulan guna menyesuaikan jadwal terbang dengan kondisi angin dan cuaca.
“Semua pilot bersertifikat dan berpengalaman,” tambah Rully.
Keberhasilan ini menjadi tonggak baru bagi Kabupaten Rejang Lebong dalam memperkuat citra sebagai destinasi wisata petualangan berkelas, dengan langit Bukit Kaba yang kini menari indah di mata dunia.
Halaman : 1 2
Tinggalkan Balasan