Influencer Filipina Tewas Usai Santap Kepiting Beracun untuk Konten
Berdasarkan keterangan ilmiah yang dipublikasikan Smithsonian Institution, kepiting tersebut dapat mengandung neurotoksin seperti saxitoxin dan tetrodotoxin. Racun yang juga ditemukan pada ikan buntal itu mampu menyerang sistem saraf dan menyebabkan kelumpuhan hingga kematian dalam waktu singkat.
Lembaga tersebut memperingatkan agar masyarakat tidak mengonsumsi kepiting jenis ini meskipun terlihat segar dan menarik.
Kepala desa setempat mengaku terkejut atas kejadian tersebut karena korban dan keluarganya dikenal sebagai nelayan berpengalaman. Aparat desa menemukan sisa cangkang kepiting berwarna mencolok di tempat sampah rumah korban.
Pasca kejadian, warga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap hewan laut beracun. Otoritas setempat juga memantau kondisi orang-orang yang turut menyantap hasil laut tersebut guna memastikan tidak ada korban tambahan.
Peristiwa ini mengguncang komunitas setempat dan menjadi pengingat akan risiko mengonsumsi satwa laut beracun, demikian dilaporkan New York Times.





