Gubernur Helmi Beberkan Lahirnya Inpres Percepatan Penanganan Enggano
Selain itu, lanjutnya, berdampak bagi warga Pulau Enggano yang berpenduduk sekitar 4 ribu jiwa yang tidak bisa keluar masuk seperti Kapal Telo sebagai alat transportasi ke Kota Bengkulu.
“Kita kemudian meminta Pelindo melakukan kerja cepat. Pelindo kemudian menurunkan alat berat buldoser, tapi tidak cukup, kemudian kita dorong lagi akhirnya ada Kapal Nero 02, tapi kapal ini kecil, kemudian kita minta lagi kapal besar dan itu perlu waktu bulanan,” jelas Helmi Hasan.
Setelah kapal besar turun, sambung Helmi Hasan, pengerjaannya pun tidak sederhana, karena menggunakan pipa besar yang pemasangannya membutuhkan proses karena harus ditarik menggunakan kapal tongkang yang kadang terkendala ombak lantaran laut Bengkulu tergolong ekstrem.
“Yang diinginkan masyarakat Enggano agar transportasi laut normal termasuk Kapal Telo. Kemudian penambahan penerbangan ke Enggano dan Pemprov sudah bersurat ke Kementerian Perhubungan,” jelas Helmi.
Terkait penangan alur yang dinilai lambat, Gubernur Helmi Hasan menyatakan bahwa, pada tanggal 11 April 2025 telah bertemu Direktur Pelindo Pusat di Jakarta dan mendesak agar segera dilakukan pengerukan Alur karena masyarakat Enggano sangat tergantung dengan Pelabuhan Pulau Baai.





