Scroll untuk baca artikel
Alaku
Alaku
Alaku
Alaku
News

Budiman Sudjatmiko Dukung Prabowo, Dulu Lawan Kini Kawan

×

Budiman Sudjatmiko Dukung Prabowo, Dulu Lawan Kini Kawan

Sebarkan artikel ini
Budiman Sudjatmiko Dukung Prabowo, Dulu Lawan Kini Kawan
Budiman Sudjatmiko Dukung Prabowo, Dulu Lawan Kini Kawan - foto dok CNN Indonesia

Kerja sama politik dapat mencakup koalisi, perundingan, dan kompromi. Tujuannya adalah untuk mencapai hasil yang lebih baik atau menemukan solusi terbaik bagi semua pihak yang terlibat.

Keseimbangan antara persaingan dan kerja sama sangat penting dalam kehidupan manusia. Terlalu banyak persaingan bisa mengarah pada ketegangan dan konflik yang merugikan, sementara terlalu banyak kerja sama tanpa kritis bisa menghasilkan kompromi yang tidak efektif atau mengesampingkan perspektif yang penting.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yaitu Budiman Sudjatmiko, menurut Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Hashim Djojohadikusumo mengatakan bahwa Budiman Sudjatmiko mendukung penuh ketua umum partai Gerindra Prabowo Subianto yang maju sebagai Calon Presiden (Capres) 2024.Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto langsung menanggapi itu dan bilang bahwa itu hanya klaim semata.

“Itu klaim, dan sudah kami bahas ketika Pak Budiman bertemu dengan kami,” kata Hasto kepada wartawan di Bogor, Selasa (15/8/2023) dilangsir detiknews.

Hasto juga sudah mengatakan bahwa sudah ada pertemuan antara Komarudin Watabun dengan Budiman. Saat itu, Hasto mengatakan kalau Budiman menyatakan seorang Kader PDIP yang akan terus berjuang demi kebaikan bangsa dan negara dalam menghadapi persoalan politik yang kian memanas.

Sebelumnya Hashim juga sudah menjelaskan kalau Budiman mendukung Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sebagai Capres 2024. Hashim menyatakan bahwa dirinyalah yang membawa Budiman menemui Prabowo, dan Hashim secara tidak langsung mendengar kalau Budiman akan mendukung Prabowo maju sebagai Calon Presiden 2024 melanjutkan jejak Jokowi Widodo.

Karena pernyataan itu Hashim sempat ragu atas pernyataan Budiman tersebut. Karena sejak dulu sangat diketahui oleh publik kalau Budiman sangat berseberangan dengan Prabowo.

Setelah berdiskusi lebih lanjut dengan Budiman, Hashim mengakui kalau Budiman benar-benar tulus mendukung Prabowo. Karena mereka berdua sudah berdiskusi selama 2 jam dan Budiman benar-benar tulus dan bersungguh-sungguh karena itu Hashim membawa Budiman menemui Prabowo.

Situasi di mana individu atau kelompok yang sebelumnya merupakan lawan politik, baik karena perbedaan pandangan atau afiliasi, akhirnya bekerja sama atau berkolaborasi dalam hal tertentu. Fenomena ini biasanya terjadi ketika ada isu yang dianggap lebih penting daripada perbedaan politik yang ada.

Contoh yang baik dari konsep ini adalah ketika partai atau kelompok yang berbeda pandangan biasanya bersaing dalam pemilihan umum, tetapi kemudian bekerja sama untuk mengatasi masalah bersama yang dianggap penting bagi kesejahteraan masyarakat. Misalnya, dalam keadaan darurat nasional atau dalam menghadapi isu-isu besar seperti lingkungan, keamanan, atau krisis ekonomi, lawan politik dapat bersatu demi kepentingan bersama.

Namun, “politik di mana lawan menjadi kawan” juga bisa memiliki konotasi yang berbeda. Terkadang, kolaborasi semacam itu mungkin terjadi karena pertimbangan politik atau tujuan pribadi, bukan semata-mata untuk kepentingan yang lebih besar.

Dalam beberapa situasi, fenomena ini dapat menghasilkan kebijakan yang lebih efektif dan solusi yang lebih baik untuk tantangan yang dihadapi oleh masyarakat. Namun, keseimbangan antara bekerja sama dengan lawan politik dan mempertahankan integritas dan nilai-nilai yang mendasari perbedaan politik juga penting untuk dipertimbangkan.

Secara keseluruhan, ide “politik di mana lawan menjadi kawan” menggarisbawahi kompleksitas dan dinamika dalam dunia politik di mana terdapat pergeseran antara persaingan dan kerjasama, tergantung pada situasi dan isu yang dihadapi.

Dalam politik, persaingan dan kerja sama saling melengkapi. Persaingan dapat merangsang inovasi dan memberikan pilihan kepada pemilih, sementara kerja sama dapat menghasilkan kebijakan yang lebih inklusif dan solusi bagi isu yang kompleks.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *