Kawan-kawan, kolaborasi itu jelas tidak boleh basa-basi. Kolaborasi bagi saya adalah etika. Etika saling mendengar. Etika saling berbagi tanggung jawab. Etika untuk saling menghormati dan menerima keragaman.
Benteng Marlborough bisa menjadi ruang publik yang inklusif di mana pemerintah, komunitas, seniman, swasta, dan publik duduk sama rata. Sebagai seniman, ke depan saya membayangkan lebih banyak dol berdentum bersama musik elektronik yang beragam. Saya mau lihat tabot lebih banyak ditafsir ulang melalui seni media, pengetahuan pendap dan tempoyak bisa jadi serial film berbagai genre, dipentaskan sebagai pertunjukan atau pameran rasa.
Bicara soal inovasi, jangan langsung bayangkan lampu LED atau proyektor digital saja. Itu dekorasi, Kawan! Tapi coba kita terjemahkan inovasi sebagai relasi tubuh tradisi yang bicara pada kegelisahan tubuh ini hari. Bagaimana dol bisa bicara kepada anakku-anakmu, adikku-adikmu yang tumbuh dengan TikTok? Bagaimana Tabot bisa dirasakan sebagai notifikasi ritual lintas generasi? Bagaimana pula modelnya sastra lisan bisa kembali hidup dalam bentuk teater musikal, rap, atau konten digital?














