Belajar dari Kebakaran di Binduriang, Begini Cara Mencegah Musibah Serupa
Rejang Lebong – Peristiwa kebakaran rumah warga di Desa Kampung Jeruk, Kecamatan Binduriang, Sabtu (20/9/25) menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan bahaya korsleting listrik. Meski api berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa, kerugian materi mencapai sekitar ratusan juta.
Agar kejadian serupa tidak terulang, ada beberapa langkah pencegahan kebakaran rumah tangga yang bisa diterapkan masyarakat, yang berhasil redaksi rangkum.
Periksa Instalasi Listrik Secara Berkala
Menurut panduan resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), instalasi listrik yang sudah berusia lebih dari 10 tahun perlu diperiksa ulang. Kabel yang terkelupas atau sambungan tidak standar menjadi pemicu korsleting.
Gunakan Peralatan Listrik Sesuai Standar SNI
Dilansir dari situs Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), penggunaan colokan listrik, kabel, maupun peralatan elektronik non-SNI meningkatkan risiko percikan api.
Jangan Menumpuk Stopkontak
PLN mengingatkan agar tidak mencolokkan terlalu banyak peralatan ke satu stopkontak. Beban berlebih dapat menyebabkan panas berlebihan dan memicu kebakaran.
Sediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
BNPB juga merekomendasikan setiap rumah memiliki minimal satu tabung APAR kecil. Dengan langkah cepat, api bisa dipadamkan sebelum membesar.
Waspadai Kompor Gas dan Lilin
Selain listrik, sumber api lain seperti kompor gas dan lilin sering menjadi penyebab kebakaran. Pastikan selang regulator gas terpasang rapat dan jangan meninggalkan kompor dalam keadaan menyala tanpa pengawasan.
Libatkan Warga dalam Simulasi Kebakaran
Pemerintah daerah melalui dinas pemadam kebakaran kerap mengadakan simulasi. Partisipasi warga penting agar tahu langkah evakuasi dan penanganan awal bila musibah terjadi.






