Bedah Rumah Mangkrak? Harapan Warga Rejang Lebong Runtuh, Toko Bangunan Terjerat Hutang
Rejang Lebong – Tangis dan kecewa menyelimuti salah satu warga Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong. Program bedah rumah yang dulu ia sambut dengan penuh suka cita, kini hanya menyisakan duka dan bangunan setengah jadi yang merobek hati.
Rumah-rumah yang seharusnya menjadi tempat berteduh keluarga kini menjelma reruntuhan. Atap menganga, dinding tak selesai, lantai masih berupa tanah dingin. Anak-anak yang dulu berlari riang kini terpaksa tidur di kebun atau menumpang di rumah kerabat.
“Dulu kami membayangkan rumah yang hangat dan nyaman. Sekarang, hanya bisa memandangi seonggok bangunan tak selesai dengan hati hancur,” ucap seorang ibu dengan suara bergetar, Selasa (2/9/25).
Bukan hanya warga yang terluka. Hengki Saputra, pemilik Toko Farel Bangunan Desa Tanjung Sanai II, kini ikut terseret dalam pusaran derita. Hutang menumpuk, pemasok terus menagih, sementara pembayaran dari pemerintah tak kunjung datang.
“Sudah bertahun menanti, tapi pemerintah seolah tutup mata. Barang-barang yang dipasang di rumah warga itu sebagian milik pemasok. Saya setiap minggu menahan malu, ditagih terus,” keluh Hengki dengan suara parau.





