Alaku

“Kami baru diberi perluasan konsesi. Arahan Pak Wapres juga jelas, semua pihak harus berkolaborasi menyelesaikan ini,” tambahnya.

Saat ini, proses pengerukan besar sedang dipersiapkan. Kapal keruk ukuran besar telah berada di perairan Bengkulu dan pekerja tengah merakit pipa pembuangan pasir. Targetnya, dalam dua pekan ke depan, pelabuhan akan kembali dapat dilalui kapal dengan kedalaman hingga 12 meter.

Dampak dari mandeknya aktivitas pelabuhan telah memicu efek domino terhadap ekonomi masyarakat. Dalam lima hari terakhir, Bengkulu mengalami kelangkaan semua jenis BBM, termasuk yang non-subsidi. Hal ini disebabkan tertutupnya jalur distribusi laut, sehingga suplai BBM harus dialihkan lewat darat dari Lampung dan Sumatera Selatan.

Sementara itu, Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menanggapi situasi tersebut dengan komentar singkat yang bernada sinis:

“Hanya Tuhan dan Dirut Pelindo yang bisa menjamin pengerukan ini benar-benar selesai.”

Kondisi ini menambah panjang daftar dampak pascagempa yang masih terus dirasakan warga Bengkulu, dari tenda-tenda pengungsian hingga terganggunya rantai logistik dan distribusi kebutuhan pokok.

1 2

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan