Silaturahmi & Tasyakkuran Tahun Baru Hijriyah ke-23, Bupati Bengkulu Tengah Hadiri Acara Penuh Makna

Bengkulu Tengah – Dalam rangka Tahun Baru Hijriyyah ke-23 tahun 1447 H, Jam’iyyah Kautsaran Putri Haajarulloh Shiddiqiyyah (JKPHS) se-Indonesia menggelar acara “Silaturahmi & Tasyakkuran Tahun Baru Hijriyah ke-XXIII” di Gedung...

Silaturahmi & Tasyakkuran Tahun Baru Hijriyah ke-23, Bupati Bengkulu Tengah Hadiri Acara Penuh Makna Bengkulu
Bupati Bengkulu Tengah Drs. Rachmat Riyanto, S.T., M.AP, hadir dalam rangka Tahun Baru Hijriyyah ke-23 tahun 1447 H, Jam’iyyah Kautsaran Putri Haajarulloh Shiddiqiyyah (JKPHS) se-Indonesia menggelar acara “Silaturahmi & Tasyakkuran Tahun Baru Hijriyah ke-XXIII” di Gedung Balai Buntar, Kota Bengkulu pada Minggu, (13/07/2025) (Foto: Andreas Putra/repoeblik.com)
-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

Bengkulu Tengah – Dalam rangka Tahun Baru Hijriyyah ke-23 tahun 1447 H, Jam’iyyah Kautsaran Putri Haajarulloh Shiddiqiyyah (JKPHS) se-Indonesia menggelar acara “Silaturahmi & Tasyakkuran Tahun Baru Hijriyah ke-XXIII” di Gedung Balai Buntar, Kota Bengkulu pada Minggu, (13/07/2025). Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Bupati Bengkulu Tengah Drs. Rachmat Riyanto, S.T., M.AP, yang hadir mewakili Gubernur dan Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu.

Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh berbagai tamu undangan lainnya, termasuk Herwan Antoni, Forkopimda, Walikota/Bupati Seprovinsi Bengkulu, Dewan Pembina Nasional JKPHS, serta Al-Mukarram Syeich Muhammad Muchtarullohil Mu’thi. Acara yang mengusung tema “Di Bumi Merah Putih Kembali Ke Jati Diri Bangsa Merajut Nusantara” ini dilaksanakan dengan berbagai kegiatan, antara lain penyerahan santunan untuk fakir miskin dan yatim piatu.

“Sebagai wujud rasa syukur kemerdekaan Indonesia kami membangun dari pondasi hingga akhir dipersambahkan untuk warga Indonesia, tidak memandang suku serta agama,” ujar Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Shiddiqiyyah, Bapak Joko Herwanto. Ia juga menegaskan pentingnya untuk tidak berafiliasi dengan partai politik tertentu.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bengkulu Tengah juga mengungkapkan sambutan dari Syeich Muhammad Muchtarullohil Mu’thi yang menggambarkan Bunga Rafflesia sebagai simbol kemerdekaan Indonesia, yang erat kaitannya dengan sejarah bangsa ini di Bengkulu. Hal tersebut sejalan dengan pernyataan Gubernur Provinsi Bengkulu yang menyebutkan bahwa Provinsi Bengkulu, yang dikenal sebagai Bumi Merah Putih, memiliki peran besar dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.

“Setelah mendengar apa yang telah disampaikan oleh Al-Mukarram Syeich Muhammad Muchtarullohil Mu’thi, saya semakin yakin bahwa sejarah Indonesia terletak di Bengkulu, dilambangkan dengan Bunga Rafflesia, dan ini menambah kekuatan bagi Provinsi Bengkulu dan Bengkulu Tengah untuk semakin maju,” tambah Bupati.

Acara ini diakhiri dengan pemilihan Jawa Tengah sebagai tuan rumah untuk pelaksanaan acara pada tahun berikutnya. Harapannya, acara ini dapat mempererat tali ukhuwah antar anggota organisasi, meningkatkan kepedulian sosial, serta memicu partisipasi aktif kalangan muda dalam kegiatan keagamaan dan budaya. Santunan untuk fakir miskin dan yatim piatu menjadi bentuk nyata dari kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Follow WhatsApp Group repoeblik.com untuk Notifikasi Berita Terbaru Setiap Hari
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement