13 Jam Menuju Enggano, Menyibak Tabir Pulau yang Katanya Terlupakan (2)
Potensinya besar, tapi belum tergarap. Layaknya mutiara yang masih tersembunyi dalam cangkang kerang.
Ada Bandara, Ada Harapan
Banyak yang tak tahu bahwa Enggano juga memiliki Bandar Udara Enggano, yang letaknya cukup strategis untuk mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi. Seperti kata orang ekonomi koreksi kalau saya salah, “di mana ada bandara, di sana ada masa depan.”
Bandara ini bisa menjadi simpul kemajuan, jembatan penghubung antara pulau dan dunia luar. Tapi tentu, semua itu butuh perencanaan yang adil, bukan hanya label proyek.
Banjir Perhatian dari Daerah dan Pusat
Kabar baik pun datang bertubi. Enggano akan mendapat, Rp25 miliar dari Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk membangun Kampung Nelayan. Cetak sawah seluas 800 hektar lebih dari Kementerian Pertanian. Rp100 miliar pembangunan jalan yang dijadwalkan bergulir pada tahun 2026. Dan banyak lagi.
Sebuah angka yang sulit dicerna tanpa membayangkan perubahan besar. Mungkin, teguran alam pendangkalan Pelabuhan Pulau Baai telah membuka mata banyak pihak, bahwa Enggano tak bisa terus diabaikan.





