Zacky Antony: Pancasila Menyatukan Indonesia

Kuliah Pembukaan MKWU di Kampus UINFAS Bengkulu
Bengkulu – Sebanyak 2.500 mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno (UINFAS) Bengkulu mengikuti kuliah iftitah atau kuliah pembukaan Mata Kuliah Wajib Universitas (MKWU), Senin (24/8).
Salah satu narasumber dalam kuliah iftitah tersebut adalah tokoh pers Bengkulu, Dr. Zacky Antony, SH, MH, yang menyampaikan kuliah pembuka Mata Kuliah Pancasila.
Dalam kesempatan itu, Zacky Antony menyampaikan bahwa Pancasila sebagai dasar negara merupakan alat pemersatu bangsa Indonesia. Sebagai pondasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Pancasila membuat negara Indonesia tetap kokoh di tengah berbagai tantangan.
“Alhamdulillah sekarang kita masih hidup dalam bingkai negara Indonesia. Di tengah banyaknya tantangan sebagai sebuah bangsa, Indonesia masih tetap ada. Salah satunya karena kita punya Pancasila sebagai pengikat atau pemersatu bangsa,” papar Zacky yang juga dipercaya menjadi Ketua Konsorsium Mata Kuliah Pancasila.
Ia juga menyampaikan bahwa Pancasila yang dicetuskan oleh Bung Karno telah menyatukan keberagaman bangsa Indonesia yang terdiri atas 1.320 suku dan lebih dari 700 bahasa daerah. Seluruh keberagaman tersebut dipersatukan dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
“Lihat negara-negara di Timur Tengah. Sukunya satu, suku Arab, bahasanya satu, bahasa Arab, tapi sampai hari ini terjebak dalam konflik berkepanjangan. Pembunuhan, pembantaian, bahkan perang masih terjadi di sana. Tapi Indonesia dengan ribuan suku, lebih dari 700 bahasa, alhamdulillah kita masih berada sebagai sebuah bangsa,” tandasnya.
Di hadapan ribuan mahasiswa, Zacky juga memaparkan hasil yang diharapkan dari pembelajaran Mata Kuliah Pancasila, yakni tumbuhnya pemahaman mengenai sejarah bangsa serta terbentuknya wawasan keagamaan dan wawasan kebangsaan yang luas.
“Pancasila mengajarkan kepada kita arti penting menghormati keberagaman kita sebagai bangsa,” tegasnya.
Selain Pancasila, dalam kuliah iftitah tersebut juga disampaikan materi MKWU lainnya, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Pendidikan Kewarganegaraan, dan Studi Islam. Materi kuliah disampaikan langsung oleh masing-masing ketua atau koordinator konsorsium.
Turut hadir Wakil Rektor I UINFAS Bengkulu Prof. Dr. Asnaini, perwakilan pimpinan masing-masing fakultas, serta ketua program studi MKWU.
Sebelumnya, Warek I Prof. Dr. Asnaini menyampaikan bahwa dalam setiap MKWU juga akan disisipkan sejumlah materi tambahan, di antaranya Kurikulum Cinta, Pendidikan Antikorupsi, bahaya narkoba, antiperundungan, dan moderasi beragama. (*)







