Tunadaksa Jadi Polisi, Kisah Inspiratif Korban Bullying
“Ayah selalu bilang, ‘Merantau itu bagus, karena kamu bisa berkembang lebih baik’,” ungkap Fatia. Didikan sang ayah terbukti berhasil, Fatia merantau ke Jambi bersama ayahnya yang sedang menyelesaikan studi S2. Di sana, ia belajar banyak tentang kehidupan mandiri, meski dalam keterbatasan fisik.
Berprestasi di Dunia Akademik
Fatia tidak hanya kuat secara mental, tapi juga berprestasi secara akademik. Ia berhasil menyelesaikan studi di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dengan gelar cumlaude. Dengan IPK 3,56, Fatia menyelesaikan pendidikannya dalam waktu 3 tahun 8 bulan. Prestasi ini tidak hanya membanggakan bagi dirinya, tetapi juga menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik tidak menghalanginya untuk sukses.
Mewujudkan Impian Menjadi Polwan
Sejak kecil, Fatia sudah bercita-cita menjadi polisi, meski ia tahu bahwa kondisi fisiknya mungkin menjadi hambatan. Namun, ketika Polri membuka rekrutmen jalur disabilitas pada tahun 2024, Fatia langsung mendaftar. Dukungan penuh dari orang tua membuatnya semakin bersemangat untuk mewujudkan cita-citanya tersebut.




