Bengkulu – Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin meninjau pembangunan rumah layak huni bagi Nusi Meilani, buruh harian berusia 23 tahun di Kelurahan Kandang Mas, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu, Kamis (22/10/2026).
Pembangunan tersebut merupakan bagian dari program Karya Bakti Skala Besar (KBSB) yang melibatkan TNI, DPD RI, kementerian, dan pemerintah daerah untuk membantu masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur di Provinsi Bengkulu.
Rumah berukuran 4 x 6 meter itu diharapkan menjadi tempat tinggal yang lebih layak bagi Nusi dan anaknya yang berusia dua tahun. Bantuan tersebut menjadi salah satu wujud pelaksanaan program yang menyasar kebutuhan dasar masyarakat, khususnya warga yang masih tinggal di rumah tidak layak huni.
Dalam kunjungannya di Gang Sepakat RT 17 RW 09, Sultan juga berdiskusi dengan jajaran pelaksana pembangunan. Ia bahkan menghubungi Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi melalui telepon seluler, disaksikan penerima manfaat dan tamu undangan yang hadir.
Sultan menilai KBSB dapat menjadi model kerja sama lintas sektor untuk membantu daerah yang memiliki keterbatasan anggaran. Menurutnya, perbedaan kemampuan fiskal antardaerah menuntut adanya kolaborasi agar berbagai persoalan masyarakat dapat ditangani lebih cepat.
“Program ini sangat bagus. Mudah-mudahan, program yang dimulai dari Bengkulu ini menjadi harapan baru bagi daerah-daerah yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor,” ujar Sultan saat meninjau lokasi pembangunan.
Ia menegaskan, keterlibatan TNI, khususnya Komando Pasukan Khusus (Kopassus), bersama DPD RI, kementerian dan lembaga, serta pemerintah daerah dapat menghadirkan solusi yang langsung dirasakan masyarakat. Salah satu bentuk konkretnya ialah mengubah rumah yang sebelumnya tidak layak menjadi tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman.
“Ini menjadi contoh bagaimana rumah yang sebelumnya sangat tidak layak huni bisa menjadi rumah yang layak. Program seperti ini akan terus kita dorong agar negara benar-benar hadir di daerah,” katanya.
Sementara itu, Brigjen TNI Bram Pramudya dari Grup 3 Kopassus menjelaskan bahwa KBSB tidak hanya berfokus pada pembangunan rumah warga. Program tersebut juga mencakup pembangunan sumur bor, jembatan, jalan, serta rehabilitasi fasilitas pendidikan di sejumlah wilayah Bengkulu.
Bram menyebutkan, kegiatan pembangunan menjangkau berbagai lokasi, termasuk Kota Bengkulu dan Kabupaten Kepahiang. Ia menyampaikan bahwa total sasaran program di Provinsi Bengkulu mencapai 594 titik, sementara dalam keterangannya juga disebutkan 225 titik kegiatan di sejumlah wilayah.
“Kami berharap masyarakat juga ikut membantu melalui semangat gotong royong bersama TNI untuk membangun Provinsi Bengkulu,” ujar Bram.
Bagi Nusi Meilani, pembangunan rumah tersebut menjadi bantuan berarti bagi keluarganya. Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan melalui program KBSB, yang diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan tempat tinggal bagi dirinya dan anaknya.
Kolaborasi tersebut diharapkan terus berlanjut agar manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan oleh penerima bantuan rumah, tetapi juga masyarakat yang membutuhkan akses infrastruktur dasar. Melalui sinergi TNI, lembaga negara, kementerian, dan pemerintah daerah, program KBSB diarahkan untuk memperkuat gotong royong sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah Bengkulu.








