6 Mar 2026 19:01 - 3 menit membaca

Stok BBM Bengkulu Aman, Pertamina Ungkap Pasokan Bertambah Meski Antrean SPBU Mengular

Bagikan

Bengkulu – Stok BBM Bengkulu dipastikan tetap aman meski dalam beberapa hari terakhir terjadi antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah tersebut. PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) menegaskan distribusi bahan bakar minyak di daerah itu masih berjalan normal dan terkendali.

Sales Area Manager Retail Bengkulu PT Pertamina Patra Niaga, Mochammad Farid Akbar, menjelaskan penyaluran BBM dari Terminal Pulau Baai pada Kamis (6/3) berlangsung seperti biasa. Pada hari itu, distribusi dilakukan untuk Pertalite sebanyak 688 kiloliter (KL), Pertamax 336 KL, serta Biosolar 219 KL.

Menurut Farid, stok BBM Bengkulu saat ini masih berada pada level aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. “Untuk stok, kita pastikan aman. Pertamax yang masuk hari ini ke terminal sebanyak 930 KL dan itu cukup untuk lebih dari empat hari. Sementara Pertalite tersedia 2.873 KL yang diperkirakan mencukupi hingga lima hari. Sedangkan Biosolar B40 tersedia 4.557 KL yang diproyeksikan bertahan hingga 13 hari,” kata Farid kepada Media Center.

Untuk memperkuat cadangan pasokan, Pertamina juga menjadwalkan kedatangan kapal tanker pada malam hari. Sekitar pukul 19.30 WIB, kapal SPOB Dato Siri Loe dijadwalkan sandar membawa tambahan Pertalite sebanyak 3.500 KL.

Alaku

Selain itu, pada 8 Maret mendatang diperkirakan tiba kapal SPOB Gaharu Oleum 18 yang mengangkut Pertalite sebanyak 2.400 KL dan Pertamax sebanyak 1.600 KL.

Farid juga menanggapi isu yang beredar mengenai ketersediaan BBM yang disebut hanya cukup untuk 20 hari akibat konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Ia menegaskan kabar tersebut tidak berdampak terhadap stok BBM Bengkulu.

“Stok aman. Tidak ada pembatasan penyaluran BBM dari terminal ke SPBU. Sejauh ini belum ada dampak konflik internasional terhadap ketahanan stok BBM di Provinsi Bengkulu,” ujarnya.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena ketersediaan berbagai jenis BBM masih mencukupi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *