Skrining HIV Satpol PP Kota Bengkulu, Ini Alasan 66 Personel Belum Diperiksa
Bengkulu – Skrining HIV Satpol PP Kota Bengkulu belum diikuti seluruh personel. Dari total 247 anggota, sebanyak 66 personel tercatat belum menjalani pemeriksaan HIV/AIDS yang digelar di Kantor Satpol PP...
KejadianBengkulu – Skrining HIV Satpol PP Kota Bengkulu belum diikuti seluruh personel. Dari total 247 anggota, sebanyak 66 personel tercatat belum menjalani pemeriksaan HIV/AIDS yang digelar di Kantor Satpol PP Kota Bengkulu, Rabu (25/2/26).
Kegiatan skrining HIV Satpol PP tersebut dilaksanakan usai apel pagi yang dipimpin langsung Kepala Satpol PP Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Bengkulu serta Puskesmas Penurunan. Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 181 personel yang telah diskrining dinyatakan sehat dan tidak terpapar HIV/AIDS.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelli Hartati, menjelaskan bahwa seluruh anggota yang mengikuti tes dinyatakan negatif HIV. “Alhamdulillah hasilnya bahwa sebanyak 181 anggota Satpol PP yang sudah di skrining hari ini dinyatakan sehat semuanya, tidak ada yang terkena HIV. Hanya saja ada beberapa tadi yang tensinya agak tinggi pemeriksaan kesehatan,” ujarnya.
Kasat Pol PP Kota Bengkulu Sahat Marulitua Situmorang menyampaikan bahwa 66 personel yang belum mengikuti skrining HIV Satpol PP disebabkan oleh berbagai alasan. Di antaranya karena sakit, izin, sedang piket, maupun tugas lain yang tidak memungkinkan hadir saat pemeriksaan berlangsung.
Namun Sahat memastikan pemeriksaan tetap akan dilakukan kepada seluruh anggota yang belum menjalani skrining. “Anggota yang belum hadir tetap akan kita lakukan skrining di Puskesmas Penurunan,” tegasnya.
Ia juga menanggapi temuan beberapa anggota dengan tekanan darah tinggi saat pemeriksaan. Menurut Sahat, kondisi tersebut masih dapat dimaklumi karena sebagian besar personel memiliki jam kerja padat dan kurang istirahat akibat tugas siang dan malam.
Skrining ini, lanjut Sahat, merupakan bagian dari upaya menjaga kedisiplinan dan kesehatan internal. Ia menegaskan bahwa Satpol PP yang selama ini aktif memberikan edukasi bahaya HIV/AIDS kepada masyarakat harus memastikan kondisi kesehatannya sendiri.
“Minggu ini kita cek HIV, minggu depan cek narkoba. Saya tidak mau ada anggota saya yang sampai terpapar virus HIV atau pengguna narkoba,” tegas Sahat.
Melalui skrining HIV Satpol PP ini, Pemerintah Kota Bengkulu berharap seluruh personel Satpol PP memiliki kondisi kesehatan yang terpantau dengan baik, sekaligus menjadi contoh bagi perangkat daerah lain dalam meningkatkan kesadaran pencegahan HIV/AIDS di lingkungan pemerintahan.












