Alaku

Presiden Joko Widodo Peringatkan Kenaikan Harga Beras

Presiden Joko Widodo Peringkatkan Kenaikan Harga Beras – Foto Dok CNBC

“Alokasikan anggaran untuk stimulus ekonomi dan bantuan sosial dalam situasi seperti ini ketika harga beras naik. Bapak dan ibu semua, keluarkan bantuan sosial. Program pasar murah, seperti yang saat ini dilakukan oleh pemerintah pusat, harus diikuti juga,” ungkap Jokowi.

Dengan langkah ini, Presiden Jokowi berharap agar beban kenaikan harga bahan pokok dapat diringankan bagi masyarakat yang membutuhkannya. Selain itu, bantuan sosial juga diharapkan dapat memberikan stimulus bagi ekonomi di tingkat lokal dan membantu masyarakat yang terdampak secara ekonomi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan beras dalam negeri akibat siklus kekeringan El Nino. Meskipun berusaha untuk mengatasi krisis pasokan dengan impor, banyak negara mitra dagang juga mengalami kesulitan eksternal, membuat impor beras menjadi tugas yang sulit.

“Kekeringan akhirnya menurunkan produksi beras kita, dan mencoba untuk menutupnya dengan impor tidak semudah seperti sebelumnya. 22 negara bahkan memutuskan untuk menghentikan ekspor beras karena mereka juga berupaya untuk menjaga ketersediaan beras bagi rakyatnya. Situasi seperti ini harus dipahami, bahwa kondisi global saat ini tidak dalam keadaan baik,” ungkap Jokowi dalam sebuah acara di Jakarta.

Presiden Jokowi bahkan mencatat bahwa pemerintah Indonesia telah berupaya untuk mengimpor beras melalui kontak langsung dengan pemimpin negara lain. Salah satunya adalah saat ia berkomunikasi dengan Perdana Menteri Narendra Modi dari India untuk meminta persetujuan ekspor beras. Namun sayangnya, India enggan memberikan persetujuan tersebut, meskipun memiliki stok beras yang melimpah.

1 2 3 4 5

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan