Bengkulu – Menjelang pemilihan kepala daerah Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu yang dijadwalkan pada 27 November 2024, suhu politik di Bengkulu semakin memanas. Beberapa kandidat mulai mendapat serangan kampanye hitam, termasuk Helmi Hasan.
Helmi Hasan, yang juga telah dua periode menjabat sebagai Walikota Bengkulu, dituduh tidak becus mengurus kota. Kakaknya, Zulkifli Hasan, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Perdagangan, dinilai tidak mampu berbuat banyak untuk kota Bengkulu. Selama dua periode kepemimpinannya, Helmi Hasan dianggap tidak membawa perubahan signifikan bagi kota tersebut.
Menanggapi serangan tersebut, Helmi Hasan mengaku tidak terlalu memikirkan komentar negatif terkait kinerjanya. “Sekarang masyarakat bisa menilai siapa yang memang ingin membangun Bengkulu, siapa yang memang cinta terhadap Bengkulu. Semua bisa dilihat dari rekam jejak dan apa yang telah diperbuat selama menjabat,” ujar Helmi Hasan saat ditemui pada peluncuran Posko Kemenangan di Km 6,5 kota Bengkulu.
Helmi Hasan menambahkan bahwa untuk menarik simpati masyarakat, tidak perlu menjelekkan lawan, melainkan menawarkan program-program pro-rakyat yang nyata manfaatnya. Kampanye Gubernur baru ini semakin meluas dengan program unggulan Helmi Hasan selama menjabat Walikota, seperti program Jalan Mulus, Ambulans Gratis, dan BPJS Gratis yang dinilai bermanfaat oleh masyarakat.
“Kami ingin program Helmi Hasan selama menjabat Walikota bisa dirasakan di seluruh Provinsi Bengkulu,” ujar Yunita, seorang warga Kabupaten Bengkulu Tengah.







