Bengkulu – Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu, Mian, menerima audiensi Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bengkulu Kelas III Pulau Baai di Ruang Kerja Wagub Bengkulu, Selasa (11/3). Pertemuan ini membahas rencana pengerukan alur Pelabuhan Pulau Baai yang mengalami pendangkalan, sehingga menghambat aktivitas bongkar muat kapal.
Dalam pertemuan tersebut, Wagub Bengkulu Mian menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu bersama KSOP dan pihak terkait berkomitmen untuk mengoptimalkan pelayanan pelabuhan dengan segera melakukan pengerukan.
Sebelumnya diberitakan, PT Pelindo berencana mengalokasikan dana sebesar Rp1 triliun untuk proyek pengerukan yang dijadwalkan mulai dikerjakan pada April 2025. Proyek ini bertujuan mengatasi persoalan pendangkalan yang selama bertahun-tahun menghambat kelancaran ekspor-impor di Bengkulu.
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, mengonfirmasi bahwa pengerukan akan dilaksanakan PT Pelindo mulai April 2025 dengan anggaran sekitar Rp1 triliun. Hal ini ia sampaikan usai bertemu dengan Eksekutif Direktur 2 PT Pelindo II, Drajat Sulistiyo, di Gedung Daerah, Rabu (6/3/2025).
“Insya Allah, persoalan Pelabuhan Pulau Baai akan segera ditangani. Ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan perekonomian Bengkulu,” ujar Helmi.
Diharapkan, pengerukan ini mampu meningkatkan kapasitas pelabuhan, mempercepat arus barang, serta memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Bengkulu.





