Pembangunan Satrad Bengkulu Dimulai April, Perkuat Pertahanan Udara Sumatra Selatan
Pembangunan Satrad Bengkulu Dimulai April, Perkuat Pertahanan Udara Sumatra Selatan (foto ilustrasi)

Pembangunan Satrad Bengkulu Dimulai April, Perkuat Pertahanan Udara Sumatra Selatan

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu – Pembangunan Satrad Bengkulu menjadi bagian dari strategi pemerintah pusat melalui TNI Angkatan Udara untuk memperkuat sistem pertahanan udara nasional di kawasan selatan Pulau Sumatra.

Rencana pembangunan Satrad Bengkulu disampaikan Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang, Kolonel Pnb Zulkifli Arif Purba, saat bertemu Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, di Rumah Dinas Wakil Gubernur, Kamis (26/2). Lokasi pembangunan direncanakan berada di Kota Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan.

Alaku

“Hari ini kami dari Lanud Sri Mulyono Herlambang, yang salah satu wilayah teritorialnya mencakup Provinsi Bengkulu, berkunjung untuk menyampaikan rencana pembangunan satuan radar. Pembangunan direncanakan dimulai pada minggu kedua April, dan kami memohon dukungan dari pemerintah daerah,” ujar Zulkifli.

Ia menjelaskan, kehadiran radar tersebut akan meningkatkan kemampuan pemantauan serta pengamanan wilayah udara, terutama di Sumatra bagian selatan. Sistem itu diharapkan memperkuat deteksi dini sekaligus respons terhadap potensi ancaman di ruang udara nasional.

Dukungan terhadap pembangunan Satrad Bengkulu ditegaskan Wakil Gubernur Bengkulu, Mian. Ia memastikan Pemerintah Provinsi Bengkulu siap memfasilitasi proses pembangunan hingga peletakan batu pertama dalam waktu dekat.

“Atas nama Gubernur Bengkulu, kami menyampaikan terima kasih. Dalam waktu dekat akan dilaksanakan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan fasilitas radar di Bengkulu Selatan sebagai bagian dari penguatan sistem pertahanan udara,” tutupnya.

Dikutip dari Wikipedia, Satuan Radar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara merupakan kesatuan yang berada di bawah empat Komando Sektor Komando Operasi Angkatan Udara. Untuk melindungi NKRI dari serangan udara musuh, dibutuhkan sedikitnya 32 satuan radar aktif yang terintegrasi dengan sistem rudal pertahanan udara.

Sebelum 1999, Satuan Radar berada di bawah Komando Operasi Angkatan Udara (Koopsau) dan kembali lagi di bawah Komando Operasi Angkatan Udara pada 10 Agustus 2025. Tugas utamanya berperan sebagai mata dan telinga dalam mengawasi serta memantau seluruh pergerakan di wilayah udara Indonesia.

Dalam struktur organisasi, Satuan Radar terbagi ke dalam empat Komando Sektor, yakni Komando Sektor I/Medan, Komando Sektor II/Makassar, Komando Sektor III/Biak, dan Komando Sektor IV/Jakarta.

Di bawah Komando Sektor I/Medan terdapat Satuan Radar 101/Sabang, 102/Lhokseumawe, 103/Sibolga, 104/Dumai, 105/Bengkulu (rencana), 106/Tanjung Pinang, dan 107/Tanjung Pandan (rencana).

Komando Sektor II/Makassar membawahi Satuan Radar 201/Ranai, 202/Singkawang (rencana), 203 (rencana), 204/Tarakan, 205/Balikpapan, 206/Banjarbaru (rencana), 207/Kwandang, Gorontalo, 208/Takalar (rencana), dan 209/Bombana (rencana).

Pada Komando Sektor III/Biak tercatat Satuan Radar 301/Tanjung Warari, Biak, 302/Timika, 303/Merauke, 304/Jayapura (rencana), 305/Sorong (rencana), 306/Kaimana (rencana), 307/Ambon (rencana), 308/Saumlaki, 309/Buraen, Kupang, 310/Tambolaka, Sumba Barat Daya (rencana), serta 311/Morotai (rencana).

Sementara itu, Komando Sektor IV/Jakarta menaungi Satuan Radar 401/Tanjung Kait, Tangerang, 402/Cibalimbing, Sukabumi, 403/Tegal, 404/Congot, Kulon Progo, 405/Ploso, Jombang, 406/Ngliyep, Malang, Unit Radar Pacitan, serta Satuan Rudal 421/Teluknaga, Tangerang.

Dengan pembangunan Satrad Bengkulu yang dijadwalkan mulai April, jaringan pertahanan udara di Sumatra bagian selatan diharapkan semakin terintegrasi dalam sistem pengawasan nasional.

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang banyak menyoroti kabar daerah, peristiwa harian, dan isu-isu lokal dengan tetap mengedepankan verifikasi sumber serta ketepatan informasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *