Alaku

Pelatih Timnas Indonesia: Tidak Boleh Diskriminasi Pemain

Pelatih Timnas Indonesia: Tidak Boleh Diskriminasi Pemain – Foto Dok TV One

Jakarta, Alaku News – Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, dengan tegas mengungkapkan pesan pentingnya bahwa semua pemain, baik lokal maupun keturunan, harus dihargai dan tidak mengalami diskriminasi. Pernyataan ini muncul setelah Timnas Indonesia baru-baru ini menghadapi Brunei Darussalam dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan di dalam skuadnya terdapat empat pemain keturunan, yakni Marc Klok, Sandy Walsh, Shayne Pattynama, dan Rafael Struijk.

Dalam pertandingan tersebut, hanya tiga dari empat pemain keturunan yang turun bermain, sementara Rafael Struijk belum mendapatkan kesempatan untuk bermain. Pemain Ado Den Haag ini mengalami cedera, namun tetap dipanggil untuk bergabung dengan Timnas Indonesia sebagai bagian dari skuad.

Shin Tae-yong menekankan pentingnya menghormati semua pemain dalam tim, tidak peduli dari mana asal mereka atau apakah mereka sedang bermain atau tidak. “Semua pemain di Timnas Indonesia adalah bagian dari keluarga besar Garuda. Kita harus menghormati dan mendukung satu sama lain tanpa memandang latar belakang atau situasi permainan masing-masing,” ujar Shin Tae-yong.

Sementara Marc Klok, Sandy Walsh, dan Shayne Pattynama telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam pertandingan melawan Brunei Darussalam, Shin Tae-yong juga menyatakan dukungannya untuk Rafael Struijk yang tengah mengalami cedera. “Rafael adalah bagian penting dari skuad kita, meskipun ia belum bisa bermain karena cedera. Kita berharap agar dia segera pulih dan kembali berkontribusi dalam pertandingan-pertandingan mendatang,” tambah Shin Tae-yong dilangsir Detik Sports.

Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, dengan tegas meminta agar tidak ada perbedaan perlakuan antara pemain lokal dan pemain naturalisasi dalam tim. Dalam sebuah wawancara dengan wartawan setelah kemenangan impresif Timnas Indonesia atas Brunei dengan agregat 12-0, Shin Tae-yong menyatakan, “Tolong jangan beda-bedakan antara pemain lokal dan pemain naturalisasi. Memang tim punya taktik sendiri, jadi tolong hargai saja.”

1 2 3

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan