Jakarta – Ojol Protes THR? Sejumlah driver ojek online (ojol) di Indonesia melayangkan protes terkait bonus hari raya (BHR) atau THR yang hanya sebesar Rp 50 ribu. Gojek Indonesia pun memberikan klarifikasi, menyatakan bahwa nominal tersebut telah sesuai dengan skema yang berlaku.
Gojek: BHR Dibagi dalam Lima Kategori
Menurut Chief of Public Policy & Government Relations Goto, Ade Mulya, BHR dibagi dalam lima kategori, yang penentuannya berdasarkan tingkat keaktifan, kinerja, konsistensi, dan produktivitas mitra driver.
“Lima kategori tersebut adalah:
1️⃣ Mitra Juara Utama
2️⃣ Mitra Juara
3️⃣ Mitra Unggulan
4️⃣ Mitra Andalan
5️⃣ Mitra Harapan,” jelas Ade Mulya, dikutip dari detikcom, Rabu (26/3/2025).
Ia menegaskan, skema ini dibuat agar BHR tepat sasaran, sehingga diberikan kepada mitra yang benar-benar berkontribusi dalam ekosistem Gojek.
Driver Ojol Hanya Dapat Rp 50 Ribu? Ini Penjelasannya
Dalam rincian Gojek, driver yang masuk kategori tertinggi, yakni “Mitra Juara Utama”, akan mendapatkan BHR sebesar Rp 900 ribu. Kategori ini diperuntukkan bagi mereka yang memiliki keaktifan 25 hari per bulan dengan tingkat penerimaan bid 90 persen per bulan.
Sementara itu, driver ojol yang hanya mendapatkan Rp 50 ribu masuk kategori “Mitra Harapan”.
Meski begitu, protes tetap berdatangan. Ketua Umum (Ketum) Asosiasi Ojol Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, mengecam pemberian THR tersebut dan menganggap aplikator “mengakali” janji yang telah disampaikan Presiden Prabowo Subianto.
“Banyak rekan-rekan ojol yang sudah menjadi mitra lebih dari 5 tahun, tapi tetap hanya mendapat Rp 50 ribu. Kami mengecam keras aplikator yang kami anggap telah menipu Presiden, membangkang Menaker, dan membohongi ojol seluruh Indonesia,” ujar Igun.
Kemnaker Ikut Soroti BHR Ojol
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) turut menyoroti polemik ini. Sebelumnya, pemerintah telah mengimbau agar BHR setara dengan 20% penghasilan rata-rata bulanan mitra juara utama. Namun, kenyataan di lapangan justru menuai protes.
Sejumlah pihak mendesak Gojek dan aplikator lainnya untuk meninjau ulang kebijakan ini agar lebih adil bagi seluruh driver ojol, terutama mereka yang telah lama menjadi mitra.
Bagaimana Nasib THR Ojol Selanjutnya?
Meskipun Gojek telah memberikan klarifikasi, perdebatan soal besaran bonus hari raya (BHR) ojol masih terus berlanjut. Dengan adanya desakan dari asosiasi dan sorotan dari Kemnaker, kemungkinan ada evaluasi kebijakan dalam waktu dekat.
Bagaimana menurut kalian? Apakah skema BHR dari Gojek sudah adil?





