Bengkulu – Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mendorong penguatan peran alumni Universitas Bengkulu (UNIB) dengan menegaskan komitmen konkret penyediaan dukungan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bagi mahasiswa, dalam temu alumni Dies Natalis ke-44 UNIB, Sabtu (18/4).
Pernyataan itu disampaikan Helmi di hadapan civitas akademika dan ratusan alumni yang berkumpul di Gedung Serba Guna UNIB. Ia merespons langsung kebutuhan kampus yang disampaikan Rektor UNIB terkait dukungan beasiswa bagi mahasiswa.
“Insya Allah, kita akan sediakan berapa pun kuota yang dibutuhkan, segera kita eksekusi,” ujar Helmi, disambut tepuk tangan peserta.
Dalam forum bertema “Membangun, Bertransformasi, Berdampak” itu, Helmi menekankan kekuatan utama UNIB terletak pada jejaring alumni yang kini tersebar di berbagai sektor strategis, mulai dari pemerintahan hingga dunia usaha.
Menurutnya, potensi tersebut akan berdampak besar jika dikelola secara kolektif dan diarahkan pada kolaborasi nyata.
“UNIB telah melahirkan puluhan ribu alumni. Jika sebagian kecil saja bergerak bersama, dampaknya akan luar biasa,” kata dia.
Ia juga mengingatkan agar para alumni tidak berhenti pada kebanggaan identitas, melainkan menghadirkan kontribusi konkret bagi kampus.
“Jangan hanya bangga menjadi alumni Universitas Bengkulu, tetapi buatlah Universitas Bengkulu bangga karena kita,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor UNIB Indra Cahyadinata menegaskan bahwa alumni merupakan bagian tak terpisahkan dari penguatan institusi, termasuk dalam tata kelola dan pengembangan kampus ke depan.
“Alumni bukan tamu, tetapi keluarga yang pulang sebagai tuan rumah,” ujar Indra.
Dalam kesempatan yang sama, dilakukan pengukuhan pengurus Ikatan Alumni (IKA) UNIB periode terbaru dengan Dedy Wahyudi sebagai ketua, didampingi Khairunnisa sebagai wakil ketua. Posisi sekretaris diemban C. Dedi Mustika dan wakil sekretaris Anton Rabiansyah, serta Elfiansyah sebagai bendahara dan Khusnul Khotimah sebagai wakil bendahara.
Struktur organisasi juga diperkuat dengan sejumlah bidang strategis, antara lain kerja sama, kewirausahaan, media dan komunikasi, serta keorganisasian.
Helmi turut menekankan pentingnya soliditas organisasi alumni dengan mencontoh model ikatan alumni kampus besar di Indonesia yang dinilai mampu memberi dampak luas hingga tingkat nasional.
“PR kita adalah bagaimana saling memfasilitasi dan mengadvokasi lulusan terbaik agar mendapat posisi strategis,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh alumni meninggalkan ego sektoral dan menyatukan visi demi mendorong UNIB berkontribusi dalam agenda besar nasional, termasuk menuju Indonesia Emas 2045.
Acara temu alumni yang juga diisi talkshow tentang sinergi alumni tersebut menjadi momentum konsolidasi jejaring, sekaligus memperkuat peran alumni dalam pembangunan daerah dan nasional.





