Bengkulu – Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menargetkan sebanyak 4.500 pemuda terlibat aktif dalam Remaja Islam Masjid (Risma) sebagai langkah konkret menekan kenakalan remaja di wilayahnya.
Target itu disampaikan Dedy saat menghadiri kegiatan di Masjid Al Falah, Kelurahan Berkas, Selasa (14/4/2026), sekaligus menegaskan pentingnya menghidupkan kembali peran masjid sebagai pusat pembinaan generasi muda.
Menurutnya, maraknya fenomena geng motor hingga perang sarung menjadi sinyal serius yang harus direspons dengan pendekatan pembinaan berbasis keagamaan.
“Ramadan kemarin, pamit dari rumah pakai sarung ke masjid. Rupanya bukan untuk salat, tapi untuk perang sarung. Ujung sarung dikasih batu. Bahkan ada yang ditangkap polisi karena membakar,” ujar Dedy.
Ia menilai kondisi tersebut tidak lagi sekadar kenakalan biasa, melainkan sudah mengarah pada tindakan yang membahayakan.
Karena itu, Dedy mendorong penguatan Risma di seluruh masjid. Dengan jumlah masjid yang ada di Kota Bengkulu, ia menargetkan minimal 10 remaja aktif di setiap masjid.
“Kalau semua bergerak, kita bisa punya 4.500 pemuda yang siap jadi penerus. Ini penting untuk masa depan kota,” tegasnya.
Dedy juga menyoroti perubahan perilaku remaja yang dinilai lebih banyak menghabiskan waktu di luar, seperti nongkrong di kafe, dibandingkan memakmurkan masjid.
Ia menekankan bahwa pembinaan non-fisik melalui aktivitas keagamaan harus menjadi prioritas, seiring dengan pembangunan fisik kota.
Keseriusan itu ditunjukkan dengan instruksi langsung kepada lurah, camat, hingga unsur KUA dan penyuluh agama untuk terlibat aktif menggerakkan Risma di wilayah masing-masing.
Bahkan, keaktifan Risma kini dijadikan salah satu indikator penilaian kinerja aparatur wilayah, mulai dari tingkat RT dan RW hingga camat.
“Salah satu yang dinilai adalah aktif tidak Risma-nya. Saya juga minta tim Safari Subuh untuk mengecek langsung di lapangan,” kata Dedy.
Ia juga membuka ruang partisipasi masyarakat dengan meminta warga melaporkan jika masih ada masjid yang belum memiliki atau belum mengaktifkan kegiatan remaja.
Di sisi lain, Dedy memberikan apresiasi kepada Kelurahan Berkas yang dinilai berhasil menggerakkan Risma, terutama dalam keterlibatan kegiatan sosial kemasyarakatan.





