Bengkulu – Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) memperketat pengawasan untuk mengantisipasi masuknya penyakit cacar monyet ke wilayahnya. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif terhadap penyebaran virus ini, terutama di Puskesmas dan bandara.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Joni Haryadi Thabrani, menjelaskan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan penyakit cacar monyet dan melakukan langkah-langkah pencegahan. “Kami memperketat pengawasan di bandara dan Puskesmas serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara pencegahan cacar monyet,” ujarnya.
Edukasi dan Sosialisasi untuk Masyarakat
Sosialisasi dilakukan secara intensif untuk memastikan masyarakat, terutama yang baru tiba dari luar kota, memahami risiko penularan serta langkah-langkah pencegahan yang harus diambil. Meskipun hingga kini belum ada laporan kasus cacar monyet di Bengkulu, Dinkes tetap mengimbau fasilitas kesehatan dan masyarakat agar waspada.
“Pengawasan di pintu masuk seperti bandara sangat penting untuk mencegah kemungkinan masuknya virus ke wilayah Bengkulu,” tambah Joni.
Dinkes juga menghimbau masyarakat untuk mempraktikkan protokol kebersihan, seperti mencuci tangan secara rutin dan menghindari kontak fisik dengan individu yang menunjukkan gejala cacar monyet.
Penyakit Cacar Monyet
Cacar monyet adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dari kelompok yang serupa dengan virus cacar. Penyakit ini pertama kali ditemukan pada tahun 1958 dan umumnya terjadi di wilayah Afrika Tengah dan Barat. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, penyakit ini telah menyebar ke beberapa negara di luar Afrika, termasuk Indonesia.
Kasus cacar monyet pertama kali dilaporkan di Indonesia pada 20 Agustus 2022, dengan kasus tambahan terkonfirmasi pada 13 Oktober 2023. Hingga kini, Kementerian Kesehatan mencatat ada 88 kasus cacar monyet yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia.





