Ketika Harapan Tak Sesuai dengan Kenyataan
Kehidupan, kesehatan, penuaan, dan dunia sosial tidak selalu memperlakukan orang sesuai dengan harapan mereka. Menurut penelitian terbaru, perasaan berharap yang tinggi seringkali menghadirkan tantangan serius dalam kehidupan seseorang. Hasil penelitian ini, yang diterbitkan oleh Case Western Reserve University, menyoroti dampak berbahaya dari terlalu banyak berharap dan bagaimana hal ini dapat merusak pandangan diri seseorang terhadap dunia.
Profesor psikologi di Bowling Green State University, Joshua Grubbs, yang juga merupakan peneliti dalam studi ini, menekankan bahwa melawan keterbatasan ini menjadi sangat penting, terutama bagi mereka yang memiliki kecenderungan untuk selalu berharap. “Melawan keterbatasan ini sangat membahayakan terutama bagi mereka yang sering berharap karena akan mencederai pandangan diri mereka sendiri terhadap dunia,” ujar Grubbs.
Penelitian ini melibatkan penelitian lebih dari 170 makalah akademis dan menyoroti bagaimana orang dengan tingkat berharap yang tinggi sering kali menjadi korban harapan itu sendiri dalam tiga tahapan.
Pertama, mereka seringkali tidak dapat mencapai semua yang mereka kira seharusnya mereka dapatkan. Kondisi ini menyebabkan mereka selalu berada dalam posisi yang rentan mengalami kegagalan dan merasa bahwa mereka tidak mendapatkan sesuai dengan harapan mereka. Hal ini dapat berdampak negatif pada kesejahteraan psikologis mereka dan pandangan mereka terhadap diri mereka sendiri.
Tahapan kedua adalah bahwa mereka cenderung melihat semua yang mereka miliki melalui lensa harapan yang tinggi, yang berarti bahwa mereka mungkin meremehkan prestasi mereka sendiri dan kurang bersyukur terhadap apa yang telah mereka capai. Ini bisa mengarah pada perasaan tidak puas dan terus menerus berusaha untuk mencapai lebih tanpa pernah merasa cukup.





