Efek Paralayang, Danau Mas Harun Bastari Jadi Magnet Sport Tourism dan Kreator Nasional
Event ini terbuka untuk umum dengan tarif Rp650.000 per orang. Setiap peserta diterbangkan oleh pilot tandem profesional bersertifikat yang menetap di Rejang Lebong selama masa kegiatan. Selain di DMHB, tim Paralel juga melakukan uji terbang di Bukit Kaba dan sedang meninjau Bukit Basah sebagai calon lintasan baru.
Sinergi Paralayang dan Pengelola Danau
Kehadiran kegiatan paralayang terbukti meningkatkan jumlah pengunjung Danau Mas Harun Bastari. Setiap akhir pekan, wisatawan datang tidak hanya untuk mencoba terbang, tetapi juga menikmati panorama danau sambil berperahu, bermain kano, atau memancing.
Pengelola DMHB, Benny Irawan, S.H., M.C.P., menyampaikan bahwa pihaknya terus berbenah untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung.
“Kami rutin melakukan aksi bersih-bersih, pemotongan rumput, dan penebaran bibit ikan. Harapannya, pengunjung semakin betah dan ingin kembali lagi,” jelas Benny.
Selain mempercantik kawasan wisata, pengelola juga menata ulang area parkir dan pedagang kaki lima agar terlihat lebih tertib. “Kehadiran paralayang memberi warna baru bagi Danau Mas. Bayangkan, sambil bermain kano, pengunjung bisa melihat penerbang melintas di langit dan mendarat di tepian danau, pengalaman yang sulit ditemukan di tempat lain,” tambahnya.
Daya Tarik Baru bagi Konten Kreator Nasional
Fenomena paralayang di DMHB juga menyita perhatian para kreator konten nasional. Banyak pembuat konten dari Bengkulu dan luar daerah hadir untuk mengabadikan momen spektakuler tersebut.
“View-nya bagus banget. Ada kombinasi air, bukit, dan langit, konten di sini bisa FYP,” kata salah satu kreator asal Palembang.





