Alaku

“Tentang dunia dan akhirat. Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakanlah: ‘Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu.'” (QS. Al-Baqarah: 220)

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Aku dan orang yang menanggung anak yatim seperti ini di surga,” seraya mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengahnya. (HR. Bukhari)

Kesimpulan

Menyantuni anak yatim adalah ibadah besar dalam Islam, dan tidak hanya di tanggal 10 Muharram, tetapi sepanjang tahun. Meskipun istilah “Lebaran Anak Yatim” tidak ditemukan dalam ajaran syariat, kegiatan berbagi pada hari Asyura tetap merupakan amalan yang dianjurkan. Yang penting adalah kita tidak menetapkan keyakinan bahwa menyantuni anak yatim pada 10 Muharram lebih utama dari hari-hari lainnya tanpa adanya dalil yang jelas.

1 2 3

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan