Rejang Lebong – Kabupaten Rejang Lebong terus menegaskan jati dirinya sebagai kabupaten wisata dengan menghadirkan berbagai destinasi alam yang menawan. Salah satu yang kini mencuri perhatian wisatawan lokal maupun luar daerah adalah Danau Bermanei, atau yang akrab disebut Danau Taker (Talang Kering), di Desa Pahlawan, Kecamatan Curup Utara. Lokasinya hanya sekitar dua kilometer dari pusat Kota Curup, menjadikannya salah satu destinasi paling mudah dijangkau dan populer saat ini.
Dikelilingi panorama Bukit Barisan yang megah dan air yang jernih nan tenang, Danau Taker menawarkan suasana menyejukkan bagi para pengunjung. Tak hanya sekadar tempat bersantai, danau ini juga menjadi ruang interaksi sosial dan ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Hendri Jago Sapala, pengelola Danau Taker, menyebutkan bahwa pihaknya terus berbenah dengan menambah fasilitas dan wahana wisata agar pengunjung merasa nyaman.
“Kami sudah siapkan angkringan, warung kuliner lokal, dan wahana air seperti bebek-bebekan, perahu dayung, serta kano. Kami juga pernah menggelar lomba perahu kano, lomba rakit, hingga kegiatan besar seperti jalan santai DPD PAN di sini. Semua ini bagian dari dukungan kami terhadap program Bupati untuk menjadikan Rejang Lebong sebagai kabupaten wisata,” ujar Hendri, Jumat (10/10/25).
Selain itu, area sekitar danau kini telah dilengkapi dengan spot foto, ruang terbuka hijau, serta area piknik yang cocok untuk keluarga dan komunitas.
Danau Taker Jadi Destinasi Unggulan
Bupati Rejang Lebong, H.M. Fikri Thobari, S.E., M.AP., menegaskan bahwa Danau Taker termasuk dalam daftar destinasi wisata unggulan prioritas daerah.
“Dalam setiap forum provinsi maupun nasional, saya selalu menyebut potensi 99 destinasi wisata Rejang Lebong, termasuk Danau Taker. Ini aset besar yang harus kita kelola bersama,” ujar Bupati Fikri.
Menurutnya, pengembangan wisata tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan sinergi antara pengelola wisata, dinas terkait, pelaku UMKM, agen perjalanan, hingga Kementerian Pariwisata agar pengelolaan wisata berjalan lebih profesional dan berkelanjutan.
“Saya sudah bertemu dengan Wamenparekraf Ni Luh, dan beliau mendukung penuh pengembangan Rejang Lebong sebagai kabupaten wisata. Apalagi kita berada di jalur strategis lintasan Sumatera bagian selatan, di pintu masuk Provinsi Bengkulu. Potensi ini akan meningkat pesat ketika proyek tol Prabumulih–Bengkulu rampung,” tambahnya.
Sinergi Pembangunan dan Wisata Edukatif
Selain pengembangan wisata alam, Bupati Fikri juga menyampaikan bahwa pembangunan sektor pendidikan dan pariwisata akan berjalan beriringan.
“Pada tahun 2026 akan dimulai pembangunan SMA Unggul Garuda di eks Balai Diklat BKPSDM Desa Mojorejo, Kecamatan Selupu Rejang, dekat kawasan wisata Danau Mas dan Bukit Kaba. Targetnya, sekolah ini mulai menerima siswa baru pada 2027,” jelasnya.
Ia optimistis pembangunan tersebut akan memperkuat daya tarik wisata edukatif dan membawa dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Destinasi Edukatif dan Ramah Lingkungan
Bagi Hendri Jago Sapala, Danau Bermanei bukan hanya tempat rekreasi, melainkan juga ruang edukasi dan pemberdayaan masyarakat lokal.
“Kami ingin menjadikan Danau Taker bukan hanya ikon wisata, tetapi juga sarana edukasi dan ekonomi kreatif bagi warga sekitar. Alam ini harus kita jaga bersama sebagai warisan bagi generasi mendatang,” tutupnya.
Dengan pesona alamnya yang memikat, fasilitas yang terus berkembang, serta dukungan kuat pemerintah daerah, Danau Taker kini benar-benar menjelma menjadi simbol kebangkitan pariwisata Rejang Lebong menuju “Kabupaten Wisata” yang berdaya saing nasional.
Tinggalkan Balasan