Bengkulu – Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menegaskan komitmen pemerintah kota untuk menjawab kebutuhan masyarakat melalui pergeseran anggaran pada Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) tahun 2025. Langkah ini diarahkan ke sektor prioritas seperti perbaikan jalan, drainase, perumahan, pendidikan, hingga penerangan jalan.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menjadi penerima tambahan anggaran terbesar, yakni Rp8,5 miliar, yang dialokasikan untuk perbaikan jalan dan drainase. Di antaranya perbaikan 24 titik jalan serta penataan kawasan rawan banjir di Kebun Tebeng dengan dana Rp3,5 miliar.
Tak hanya itu, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) mendapat tambahan Rp200 juta untuk program rehabilitasi rumah tidak layak huni. Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memperoleh anggaran tambahan untuk merehabilitasi SD 71, SD 20, dan SD 41. Sedangkan Dinas Perhubungan mendapatkan tambahan Rp1,2 miliar yang diprioritaskan untuk pemasangan lampu jalan.
“Kalau rakyat meminta jalan, drainase, atau lampu jalan, itu yang kita utamakan. Karena anggaran ini bukan untuk kepentingan kita, tapi untuk memenuhi janji dan harapan rakyat,” tegas Dedy, Selasa (30/9/25).
Dengan disahkannya P-APBD 2025, Pemkot Bengkulu berharap pembangunan yang dijalankan benar-benar tepat sasaran dan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Pemerintah optimis pergeseran anggaran ini akan menjadi solusi nyata bagi perbaikan infrastruktur serta peningkatan kualitas hidup warga kota.







