Tunadaksa Jadi Polisi, Kisah Inspiratif Korban Bullying
“Saya cari tahu soal jalur disabilitas di Polri melalui Instagram. Orang-orang tidak menyangka saya ingin jadi polisi, karena mereka tahu saya lebih tertarik melanjutkan S2,” cerita Fatia dengan penuh semangat.
Polri Inklusif: Merekrut Penyandang Disabilitas
Pada tahun 2024, Polri membuka jalur rekrutmen khusus untuk penyandang disabilitas. Sebanyak 16 penyandang disabilitas, termasuk Fatia, terpilih untuk mengikuti pendidikan Bintara Polri. Rekrutmen ini adalah bagian dari kebijakan inklusif yang dipelopori oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Irjen Dedi, Asisten Kapolri bidang SDM, mengungkapkan bahwa Polri yakin penyandang disabilitas mampu melakukan pekerjaan kepolisian dengan baik. “Polri sudah merekrut ASN dari kalangan difabel. Ini membuktikan bahwa kelompok disabilitas memiliki kemampuan yang layak diandalkan,” tegasnya.
Kesimpulan
Kisah Fatia Nur Azzahra adalah bukti nyata bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Dari korban bullying hingga calon polisi wanita, Fatia menginspirasi banyak orang dengan tekad dan keberaniannya. Kisahnya menunjukkan bahwa tunadaksa jadi polisi bukan hanya mungkin, tetapi juga bisa menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang.




