Satgassus PAD Jadi Jembatan Dialog Isu Tambang Emas Seluma, Gubernur Helmi: Jangan Ribut di Belakang Hari

By 9 bulan lalu 2 menit membaca

Bengkulu – Isu tambang emas di Kabupaten Seluma yang menuai penolakan warga kini mendapat perhatian serius dari Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan. Ia menegaskan, Satuan Tugas Khusus Pendapatan Asli Daerah (Satgassus PAD) bukan hanya alat pengawasan, melainkan jembatan komunikasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha.

“Satgassus ini kita harapkan bisa menjadi penghubung dengan semua pihak. Termasuk mendengar langsung dari masyarakat, kenapa mereka menolak? Apakah karena mereka tidak bisa bekerja di sana?” ujar Helmi dalam pertemuan di Balai Raya Semarak, Selasa (10/6).

Helmi menilai, tambang emas Seluma bukan proyek kecil. Bahkan, potensinya dikabarkan melampaui tambang Freeport di Papua. Karena itu, segala prosesnya harus transparan dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

“Kita juga akan pelajari bagaimana perusahaan ini mengelola tambang di daerah lain. Apakah profesional? Bagaimana dampak lingkungannya? Semua itu harus jelas,” tegasnya.

Alaku

Helmi juga mencontohkan praktik tambang emas di Banyuwangi, Jawa Timur, di mana pemerintah daerah bisa mengantongi PAD hingga Rp1 triliun per tahun dari kepemilikan saham di perusahaan tambang.

“Artinya, ada yurisprudensinya. Kita bisa belajar dan meniru yang baik,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Irwasda Polda Bengkulu, Brigjen Pol Asep Teddy Nurasyah. Mantan Dirpamobvit Polda Jatim itu menilai, pengelolaan komunikasi dan distribusi manfaat ekonomi seperti di Banyuwangi dan Bojonegoro layak dijadikan model.

“Di sana, perusahaan rutin menyalurkan bantuan langsung, seperti beras, ke warga sekitar. Karena dilibatkan, masyarakat ikut menjaga tambang,” kata Asep.

Sebagai langkah ke depan, Gubernur Helmi mendorong perusahaan tambang bersama Satgassus PAD menggelar forum diskusi (FGD) dengan masyarakat, tokoh adat, akademisi, organisasi mahasiswa, NGO, hingga aparat penegak hukum seperti kejaksaan dan kepolisian.

“Kita dengar langsung dari masyarakat, apa alasannya? Kalau memang akhirnya harus ditolak, kita tolak bersama-sama. Jangan sampai hari ini setuju, besok ribut,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

xAlaku
xAlaku
Satgassus PAD Jadi Jembatan Dialog Isu Tambang Emas Seluma, Gubernur Helmi: Jangan Ribut di Belakang Hari - repoeblik.com
Menu
Cari
Bagikan
Lainnya
0%