Pentingnya Niat dalam Puasa Ramadhan Menurut Hadits dan Fikih
foto ilustrasi buka puasa (foto: dok getty images)

Pentingnya Niat dalam Puasa Ramadhan Menurut Hadits dan Fikih

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Jakarta – Dalam praktik puasa Ramadhan, niat memiliki peran yang krusial dalam menentukan keabsahan ibadah puasa. Berdasarkan hadits, Rasulullah SAW menekankan, “Barangsiapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak sah puasanya.” (HR. An-Nasa i dan Abu Dawud). Ini menunjukkan bahwa niat harus dilakukan sebelum fajar untuk sahnya puasa pada hari tersebut.

Bacaan Niat Puasa Ramadhan: Sehari atau Sebulan?

Menurut Syekh Taqiyuddin Abu Bakar bin Muhammad al-Hishni dalam Kifayatul Ahyar, “Puasa tidak sah tanpa niat. Keharusan niat didasarkan pada hadits. Tempat niat itu di hati.” Dalam praktiknya, umat Islam memiliki pilihan untuk berniat puasa setiap hari atau membuat niat untuk sebulan penuh pada awal Ramadhan, tergantung pada pandangan fiqih yang diikuti.

Alaku

Perbedaan Pendapat dalam Fikih

  1. Mazhab Syafi’i mengajarkan bahwa niat puasa sebulan hanya mencukupi untuk hari pertama, dan setiap hari berikutnya harus diniati secara terpisah.
  2. Sementara itu, Imam Malik berpendapat bahwa niat puasa untuk sebulan penuh pada malam hari pertama sudah cukup untuk seluruh bulan.

Bacaan Niat Puasa Sebulan Penuh

Dikutip dari buku Fikih Puasa oleh Ali Musthafa Siregar, niat puasa sebulan penuh bisa dilafalkan dengan bacaan: نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى (Arab Latin: Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.) Yang berarti: “Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini, wajib karena Allah Ta’ala.”

Niat Harian Puasa Ramadhan

Untuk niat harian, bacaannya adalah: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى (Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.) Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.”

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang aktif meliput berbagai peristiwa di daerah, mulai dari isu sosial, pemerintahan lokal, hingga perkembangan terbaru yang relevan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *