Bengkulu – Pemerintah Kota Bengkulu meluncurkan program Sekolah Lansia di sembilan kecamatan sebagai langkah memperkuat pemberdayaan dan kesejahteraan warga lanjut usia. Peresmian digelar di Balai Kota Merah Putih, Jumat (13/2/2026).
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing memimpin langsung peluncuran tersebut. Hadir pula Ketua TP PKK Ny. Dian Fitriani Wahyudi, Ketua DWP Ny. Rena Misliniyati Medy Pebriansyah, para asisten dan staf ahli, seluruh kepala OPD, camat dan lurah, serta pengelola Sekolah Lansia.
Dalam sambutannya, Dedy menegaskan bahwa program ini menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam memberi perhatian nyata kepada kelompok lanjut usia melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Bengkulu.
“Program ini adalah bentuk kehadiran pemerintah dalam memperhatikan kesejahteraan sosial lansia. Kami ingin para orang tua tetap aktif, sehat, dan berdaya guna di lingkungan sosial,” ujar Dedy.
Ia juga meminta Kepala DP3AP2KB Rosminiarty untuk mengawal pelaksanaan program serta merancang kegiatan yang berdampak langsung bagi peserta. Ke depan, Pemkot Bengkulu berencana menggelar kegiatan berskala lebih besar, termasuk reuni lansia se-Kota Bengkulu dalam rangka memperingati Hari Lansia.
Dedy menambahkan, pemerintah daerah akan terus responsif terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk kelompok lansia yang memerlukan dukungan sosial dan pelayanan.
Sementara itu, Rosminiarty menjelaskan Sekolah Lansia dirancang sebagai sarana pendidikan nonformal guna meningkatkan kualitas hidup peserta sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat.
Sebanyak sembilan Sekolah Lansia kini telah berdiri di sembilan kecamatan dengan total calon peserta sekitar 400 orang. Program tersebut diharapkan menjadi ruang pembelajaran, penguatan silaturahmi, serta pemberdayaan berkelanjutan bagi para lansia di Kota Bengkulu.





