Peluncuran LKS PWU Bengkulu
Peluncuran LKS PWU Bengkulu, Kamis (26/2/26)(foto:anto)

Peluncuran LKS PWU Bengkulu, Pemkot Dorong Wakaf Uang dan CWLD

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu – Peluncuran LKS PWU Bengkulu dan program Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) resmi dilakukan di Bank Fadhilah, Kamis (26/2/2026), sebagai langkah memperkuat transformasi ekonomi umat melalui pengelolaan wakaf tunai secara produktif.

Peluncuran LKS PWU Bengkulu tersebut dihadiri Wali Kota Dedy Wahyudi, Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing, Pj Sekda Medy Pebriansyah, Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, perwakilan OJK dan Bank Indonesia, kepala instansi vertikal, kepala OPD, serta jajaran direksi BPRS Fadhilah.

Alaku

Dalam arahannya, Dedy menekankan pentingnya membangun kepercayaan publik dalam pengelolaan dana umat. Ia mendorong sistem pelaporan yang transparan kepada para wakif agar mengetahui secara jelas pemanfaatan dana yang dititipkan.

“Kita perlu menumbuhkan kepercayaan publik. Saya menyarankan agar nasabah diberi tahu secara konkret ke mana manfaat uangnya disalurkan. Misal, Bapak Ronny, hasil uang Bapak bulan ini telah disalurkan menjadi paket sembako untuk 50 anak yatim. Dengan begitu, muncul rasa bahagia karena uangnya menjadi berkah,” ujar Dedy.

Ia juga menggagas gerakan wakaf uang bagi pejabat di lingkungan Pemkot Bengkulu melalui skema wakaf titipan dari Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Dana yang disisihkan tetap utuh sebagai pokok wakaf, sementara manfaatnya disalurkan untuk kegiatan sosial.

“Target kita dari 200 hingga 300 pejabat eselon II, III, dan IV, bisa terkumpul sekitar Rp200 juta sampai Rp300 juta untuk wakaf uang ini. Uangnya hanya disimpan, tidak berkurang, tapi keberkahannya nyata karena langsung dibagikan untuk zakat dan bantuan sosial,” tambahnya.

Direktur Utama Bank Fadhilah, Dendy Prasetya, menjelaskan pihaknya telah menerbitkan produk S-Wakaf (Wakaf Tunai Syariah) dengan skema terstruktur. Bank Fadhilah kini memiliki sertifikat resmi sebagai Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang setelah melalui proses seleksi nasional.

“Wakaf ini pokok wajib tidak habis. Jadi uang Bapak/Ibu tetap utuh di bank, namun manfaatnya bisa digunakan luas untuk beasiswa, bantuan modal UMKM, hingga alat bantu disabilitas,” jelas Dendy.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penyaluran simbolis imbal hasil wakaf lebih dari Rp200 juta, termasuk untuk pengadaan Al-Qur’an Braille bagi penyandang tunanetra. Dana wakaf juga dirancang mendukung pemberdayaan UMKM melalui skema permodalan produktif.

Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Nandar Munadi, menyebut program CWLD sebagai langkah strategis memperkuat sistem ekonomi dan keuangan syariah daerah.

“Saya berharap sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan syariah, dunia usaha, serta masyarakat terus diperkuat sehingga wakaf produktif dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan,” ujarnya.

Menurut Dendy, inovasi CWLD berbasis deposito syariah tidak hanya menopang pertumbuhan sektor keuangan, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial berkelanjutan.

“Produk CWLD ini tidak hanya mendorong pertumbuhan sektor keuangan, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi secara berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya.

Dengan peluncuran LKS PWU Bengkulu dan implementasi CWLD, pemerintah daerah berharap sinergi antara pemerintah, ulama, dan lembaga keuangan mampu mempercepat pengentasan kemiskinan serta memperluas pemanfaatan wakaf uang secara produktif di Kota Bengkulu.

Gambar Gravatar
Wartawan berita daerah yang konsisten mengikuti perkembangan isu regional, kebijakan pemerintah setempat, serta berbagai peristiwa penting di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *