Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 di Gedung Pondopo Merah Putih, Rabu (1/4/2026).(dok:Pemkotbkl)
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 di Gedung Pondopo Merah Putih, Rabu (1/4/2026).(dok:Pemkotbkl)

Dedy Minta OPD Bengkulu Tetap Inovatif Meski Anggaran Terbatas

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu – Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu tetap produktif dan inovatif meski saat ini dihadapkan pada keterbatasan anggaran.

Dalam arahannya kepada jajaran OPD, Dedy menegaskan bahwa minimnya anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan program kerja ataupun menyerah pada keadaan. Menurutnya, setiap perangkat daerah harus mampu mencari terobosan agar pelayanan publik dan pembangunan tetap berjalan.

“Saya berpesan, harus betul-betul paham anggaran di OPD itu sangat minim hari ini. Tapi jangan hilang akal, jangan menyerah, cari inovasi,” ujar Dedy dalam arahannya, Kamis (16/4/2026).

Menurut Dedy, kreativitas menjadi kunci utama agar program-program pemerintah tetap bisa dijalankan secara maksimal di tengah efisiensi anggaran. Ia menilai banyak kegiatan tetap dapat terlaksana tanpa harus bergantung sepenuhnya pada dukungan anggaran besar.

Karena itu, para kepala OPD diminta aktif membangun jejaring kerja sama dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak. Dengan pola kerja tersebut, keterbatasan anggaran dapat diatasi melalui dukungan lintas sektor.

Salah satu contoh yang disampaikan Dedy adalah sektor pariwisata. Ia menilai pengembangan pariwisata daerah tidak harus selalu bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan bisa diperkuat lewat sinergi dengan pelaku usaha dan masyarakat.

“Contohnya pariwisata. Rangkul para pemilik hotel, pelaku-pelaku UMKM, kemudian melibatkan banyak pihak. Dengan kolaborasi ini, kota kita akan tetap ramai dikunjungi wisatawan tanpa harus mengeluarkan biaya besar dari pemerintah,” katanya.

Menurut Dedy, pendekatan kolaboratif seperti itu dapat menjadi solusi agar berbagai sektor pembangunan tetap bergerak meski fiskal daerah terbatas. Selain itu, keterlibatan swasta dan masyarakat dinilai mampu menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas.

Ia berharap semangat inovasi dapat diterapkan di seluruh OPD agar ritme pembangunan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga. Aparatur sipil negara, kata dia, harus mampu beradaptasi dengan situasi dan menghadirkan solusi kreatif bagi kebutuhan daerah.

Dengan dorongan inovasi dan kolaborasi tersebut, Pemerintah Kota Bengkulu optimistis berbagai program prioritas tetap dapat berjalan, sekaligus menjaga momentum pembangunan di tengah tantangan keterbatasan anggaran.

Gambar Gravatar
Wartawan berita daerah yang konsisten mengikuti perkembangan isu regional, kebijakan pemerintah setempat, serta berbagai peristiwa penting di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *