Modus Baru Penipuan Berkedok KTP Digital, Kadisdukcapil Bengkulu Ingatkan Warga Waspada
Tangkapan layar akun telpon diduga pelaku penipuan, Kamis (11/9/25)(foto: dok pribadi korban inisial IA)

Modus Baru Penipuan Berkedok KTP Digital, Kadisdukcapil Bengkulu Ingatkan Warga Waspada

Diposting pada

Bengkulu – Masyarakat Kota Bengkulu diminta lebih waspada terhadap modus penipuan baru yang mengatasnamakan program digitalisasi KTP. Penipuan ini dilakukan melalui panggilan telepon oleh oknum yang mengaku sebagai petugas dari kecamatan.

Salah satu warga, berinisial IA, mengaku menerima telepon dari dua nomor asing. Dalam panggilan tersebut, penelepon berdalih akan membantu proses pembuatan KTP digital dan memberikan tutorial. Namun, tutorial itu diduga kuat bertujuan untuk menggali dan mengambil data pribadi korban.

Alaku

Bahkan, salah satu nomor yang digunakan pelaku yakni +62 819-0101-0975 dengan identitas akun bernama Renia Putri S.E.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bengkulu, Drs. Widodo, menegaskan bahwa program KTP digital memang ada, tetapi tidak dilakukan melalui telepon.

“Itu penipuan, jangan dilayani. Program KTP digital memang ada, tetapi tidak dilakukan lewat telepon,” tegas Widodo saat dikonfirmasi via WhatsApp, Kamis (11/9/25).

Widodo menambahkan, layanan resmi terkait perekaman maupun aktivasi KTP digital hanya dapat dilakukan melalui aplikasi resmi atau langsung di kantor Disdukcapil. Pihaknya tidak pernah menghubungi warga secara pribadi untuk meminta data melalui panggilan telepon.

Disdukcapil juga mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan membagikan data pribadi, seperti NIK, foto KTP, maupun dokumen kependudukan lain, karena rawan disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Masyarakat yang menemukan modus serupa diharapkan segera melapor ke aparat penegak hukum agar bisa ditindaklanjuti.

Editor: Mahmud Yunus
Gambar Gravatar
Wartawan media online yang aktif meliput berbagai peristiwa di daerah, mulai dari isu sosial, pemerintahan lokal, hingga perkembangan terbaru yang relevan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *