Kuliner Nostalgia dari Era 80-an Masih Bertahan
McDonald, dengan ikoniknya burger khas, french fries, dan Happy Meal, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kenangan masa kecil bagi banyak orang. McDonald’s tetap menjadi tempat nongkrong yang ramai, tidak hanya untuk anak-anak, tetapi juga bagi generasi yang kini telah dewasa.
Namun, seiring dengan berlalunya waktu, tidak hanya restoran cepat saji asing yang mempertahankan eksistensinya, tetapi juga banyak tempat makan lokal yang masih bertahan hingga saat ini. Makanan khas Indonesia seperti nasi goreng, sate, bakso, dan rendang masih menjadi favorit di hati masyarakat. Beberapa warung makan dan restoran tradisional telah menjadi tempat makan yang bersejarah dan dicintai oleh banyak generasi.
Keseluruhan fenomena ini menunjukkan bahwa kelezatan kuliner dan daya tarik tempat makan yang eksis di era 1980-an tetap kuat hingga sekarang. Kuliner nostalgia menjadi bagian penting dari sejarah kuliner Indonesia, dan seiring dengan waktu, terus menarik perhatian pelanggan dari berbagai generasi.
Era 80-an di Jakarta Selatan memiliki kenangan manis yang terkait dengan deretan restoran dan tempat nongkrong yang dulu memenuhi area Melawai hingga Blok M. Bagi generasi yang tumbuh pada masa itu, tempat-tempat ini merupakan tempat wajib untuk bersenang-senang, makan, dan bertemu teman-teman. Mereka akrab dengan julukan “lintas Melawai,” yang menjadi simbol kawula muda Jakarta Selatan pada waktu itu.
Namun, titik kuliner tahun 80-an tidak hanya berfokus pada tren masuknya restoran cepat saji asing ke Indonesia. Selain Dairy Queen, KFC, Burger King, dan McDonald yang telah kita bahas sebelumnya, ada banyak restoran dan bakery lokal yang juga sedang eksis-eksisnya pada masa tersebut. Beberapa di antaranya masih membawa kenangan manis hingga saat ini.





