Korban Gempa Bengkulu Masih Menanti Janji Bantuan BNPB
Bengkulu – Sudah lebih dari tiga bulan berlalu sejak gempa bermagnitudo 6,3 mengguncang Bengkulu pada 23 Mei 2025, namun warga terdampak masih menunggu janji bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana...
BengkuluBengkulu – Sudah lebih dari tiga bulan berlalu sejak gempa bermagnitudo 6,3 mengguncang Bengkulu pada 23 Mei 2025, namun warga terdampak masih menunggu janji bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Di Kota Bengkulu, tercatat 121 rumah mengalami kerusakan akibat guncangan tersebut.
Mahdalena, salah seorang warga terdampak, menceritakan dirinya terpaksa tetap tinggal di rumah yang dindingnya retak. Hingga saat ini, banyak keluarga masih bertahan di rumah yang rusak, bahkan ada yang hanya berlindung dengan atap terpal seadanya.
“Sampai kini belum ada kejelasan. Kami tidak punya pilihan, mau tinggal di mana lagi. Mental nekat saja tinggal di rumah yang dindingnya retak. Kalau angin deras dinding terasa bergoyang,” kata Mahdalena.
Kepala BPBD Kota Bengkulu, Wilhopi, menyebutkan bahwa berkas pengajuan sudah dikirimkan ke BNPB, namun proses pencairan dana masih menunggu verifikasi dari inspektorat BNPB. Dari 121 rumah yang terdampak, 33 masuk kategori rusak berat, 21 rusak sedang, dan 67 lainnya rusak ringan.
“Kalau berkas, sudah kita dilengkapi dan sudah dimasukkan ke BNPB, kami masih menunggu verifikasi dari inspektorat BNPB,” ujarnya.
Direktur Dukungan Infrastruktur Darurat (DID) BNPB, Yuferizal, sebelumnya menyampaikan pemerintah telah menyiapkan bantuan berupa dana stimulan. Nilainya berbeda sesuai tingkat kerusakan, yakni Rp 60 juta untuk rusak berat, Rp 30 juta untuk rusak sedang, dan Rp 15 juta untuk rusak ringan. Namun hingga kini, dana tersebut belum sampai ke tangan warga.
Sebagai catatan, gempa pada 23 Mei 2025 tidak hanya melanda Kota Bengkulu tetapi juga berdampak di wilayah Bengkulu Tengah dan sekitarnya. Para korban berharap bantuan segera dicairkan agar mereka dapat memperbaiki tempat tinggal dan kembali hidup layak.














