Para ulama telah mencoba menggali lebih dalam tentang hubungan antara Nabi Khidir dan Ainul Hayat, mencari petunjuk dalam kitab-kitab suci dan tradisi lisan. Mereka berpendapat bahwa Nabi Khidir dipilih oleh Allah SWT untuk menjadi penjaga rahasia ini, dan dia sendiri adalah pembawa mukjizat yang mengagumkan.
Kisah Ainul Hayat juga mengingatkan kita akan kerendahan hati dalam mengejar kebijaksanaan dan kehidupan yang bermakna. Kita tidak perlu mencari mata air kehidupan yang mungkin tidak akan pernah kita temukan, tetapi sebaliknya, kita dapat mencari makna kehidupan dalam perbuatan baik dan pengetahuan yang kita bagikan dengan sesama.
Dalam perjalanan luar biasanya melintasi bumi yang belum dikenal oleh banyak orang pada zamannya, Raja Zulkarnain mengajukan pertanyaan penting kepada Malaikat Rafa’il yang mendampinginya. “Wahai Malaikat Rafa’il,” katanya, “ceritakanlah kepadaku tentang ibadah para malaikat di langit.”
Malaikat Rafa’il yang bijak dan penuh pengetahuan dengan tulus menjawab, “Ibadah para malaikat di langit sangat beragam. Ada yang berdiri dalam ibadah kepada Allah SWT, tidak mengangkat kepalanya selama-lamanya. Ada yang sujud dengan tunduk dan khusyuk, tidak mengangkat kepala selama-lamanya. Dan ada juga yang rukuk dengan penuh kesederhanaan, tidak mengangkat kepala selama-lamanya.”







