IHSG Anjlok 6,12% Hingga BEI Hentikan Sementara Perdagangan, Ini Penyebabnya
MSCI Turunkan INDF ke Small Cap, CLEO dan ACES Terdepak / dok grandyos safna

IHSG Anjlok 6,12% Hingga BEI Hentikan Sementara Perdagangan, Ini Penyebabnya

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup sementara perdagangan pasar modal pada Selasa (18/3/2025) akibat anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 6,12% ke level 6.076 pada penutupan sesi I. Langkah tersebut diambil setelah IHSG turun 5,02% pada pukul 11.19 WIB dan perdagangan saham dihentikan hingga pukul 11.49 WIB.

Berdasarkan data RTI Business, IHSG sempat bergerak di zona merah dengan rentang tertinggi di level 6.465 dan terendah di 6.146. Volume transaksi tercatat sebanyak 16,61 miliar dengan nilai transaksi Rp 10,30 triliun dan jumlah frekuensi perdagangan sebanyak 893.608 kali. Dari total saham yang diperdagangkan, 67 saham menguat, 616 saham melemah, dan 166 stagnan.

Penyebab Anjloknya IHSG

Menurut Direktur Utama BEI, Iman Rachman, rontoknya IHSG bukan hanya disebabkan oleh kebijakan pemerintah, melainkan juga dinamika ekonomi global yang memicu aksi jual bersih asing (net sell). Iman menekankan bahwa berbagai faktor, termasuk fundamental perusahaan, ekonomi domestik, dan ketidakpastian global, turut memengaruhi pergerakan IHSG.

“Indeks kan akumulasi berbagai hal, tidak hanya domestik. Kalau fundamental perusahaan semuanya bagus, nggak ada isu. Yang terjadi itu persepsi mengenai kondisi bursa efek kita,” jelas Iman.

Kunjungan DPR ke BEI

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, melakukan kunjungan ke Kantor BEI untuk melihat langsung penangguhan perdagangan akibat koreksi IHSG yang lebih dari 5%.

“Kami mendukung ekosistem pasar modal dan meminta pelaku pasar untuk tetap tenang. Kami juga akan mendukung pemerintah dalam mengambil langkah-langkah cepat untuk menstabilkan pasar,” tegas Dasco.

Klarifikasi dari Airlangga dan Misbakhun

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan untuk melaporkan kondisi terkini IHSG. Ia menyebutkan bahwa penyebab utama anjloknya IHSG adalah:

  1. Psikologi pasar yang menunggu hasil rapat Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Open Market Committee / FOMC Meeting).
  2. Hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia.
  3. Laporan keuangan dari beberapa grup usaha yang mengalami penurunan kinerja.

Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun, menegaskan bahwa penurunan IHSG tidak disebabkan oleh defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 31,2 triliun hingga 28 Februari 2025. Menurutnya, defisit tersebut merupakan kondisi yang biasa terjadi di awal tahun dan diperkirakan akan rebound saat laporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan masuk pada Maret dan April.

“Saya sangat optimis, karena penerimaan bea cukai dan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) akan mengalami peningkatan,” kata Misbakhun.

Gambar Gravatar
Wartawan yang menaruh perhatian pada berita daerah dan nasional, perkembangan lokal, dengan fokus pada penyajian informasi yang faktual, terverifikasi, dan dekat dengan kebutuhan pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *