Eropa Dorong Larangan Media Sosial untuk Anak, Ini Peta Sikap Negara-Negara
Langkah serupa juga disiapkan Spanyol. Perdana Menteri Pedro Sanchez secara terbuka menyatakan komitmennya melindungi anak-anak dari risiko dunia digital. “Hari ini, anak-anak kita terpapar pada ruang yang tak seharusnya mereka jelajahi sendirian, sebuah ruang yang penuh kecanduan, pelecehan, pornografi, manipulasi, dan kekerasan,” ujar Sanchez.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen turut menyatakan dukungan terhadap penerapan batas usia yang berlaku secara menyeluruh di Uni Eropa. Namun, efektivitas dan mekanisme penerapan kebijakan tersebut masih menjadi perdebatan di tingkat regional.
Sejumlah negara Eropa lainnya juga tengah mempertimbangkan kebijakan serupa. Denmark, melalui kesepakatan multipartai pada akhir 2025, menyatakan perlunya pembatasan akses media sosial demi melindungi anak dan remaja dari pelecehan daring. Meski demikian, regulasi tersebut belum resmi diberlakukan.
Dikutip detikINET dari Euro News, Italia telah mengajukan rancangan undang-undang ke parlemen untuk membatasi penggunaan media sosial, termasuk aktivitas influencer yang berusia di bawah 15 tahun. Yunani disebut sudah berada pada tahap akhir penerapan kebijakan larangan serupa.




