
Bengkulu – Ada momen menarik dalam Apel Sosial yang digelar Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, SH, setiap malam pukul 20.00 WIB. Seorang pelajar bernama Pian Aljipari mendapat hadiah uang tunai Rp 500 ribu setelah memberikan jawaban tak terduga ketika ditanya soal cita-citanya.
Momen itu terjadi saat Gubernur Helmi Hasan berdialog dengan Pian, siswa kelas XI yang akrab disapa Tenil di TikTok. Ketika ditanya apa cita-citanya setelah dewasa, Pian menjawab singkat, “Ingin masuk surga.”
Mendengar jawaban tersebut, Gubernur langsung menunjukkan rasa terkejut sekaligus gembira. Menurutnya, jawaban itu berbeda dari jawaban yang biasanya disampaikan anak-anak muda ketika ditanya mengenai cita-cita.
“Wah… ha ha. Ini saya kasih hadiah. Langsung DM ya. Malam ini juga kita transfer. Ada siswa kita ditanya cita-cita, ingin masuk surga. Ini pasti dari ibunya,” kata Gubernur.
Pian kemudian meminta ibunya ikut bergabung dalam siaran langsung TikTok tersebut. Helmi Hasan pun memberikan apresiasi kepada sang ibu karena dinilai berhasil mendidik anak yang memiliki cita-cita untuk masuk surga.
Menurut Gubernur, jawaban Pian tidak terlepas dari didikan orang tua yang menanamkan nilai-nilai agama sejak dini.
Gubernur juga sempat menanyakan rencana Pian menggunakan uang hadiah sebesar Rp 500 ribu tersebut.
“Rp 200 ribu ingin mengikuti lomba boxing. Rp 300 ribu untuk baju taekwondo,” jawab Pian.
Dalam kesempatan itu, Helmi Hasan berpesan agar Pian terus menjaga ibadah dan menghormati orang tua.
“Kamu jaga salat. Salat duha, salat tahajud jangan ditinggalkan. Dan yang lebih penting dari semua itu adalah rida orang tua,” pesannya.
Dukung Program Satpol PP Masuk Sekolah
Selain berbagi cerita tentang cita-citanya, Pian juga menyampaikan dukungan terhadap program Satpol PP Masuk Sekolah. Menurutnya, program tersebut bermanfaat untuk membentuk kedisiplinan siswa tanpa menimbulkan rasa takut.
Pian menilai program itu menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam mendengarkan aspirasi anak muda melalui ruang dialog yang terbuka.
“Senang dengan program Satpol PP masuk sekolah. Bagi saya, ini langkah menunjukkan bahwa pemerintah daerah benar-benar mendengar aspirasi anak muda melalui ruang dialog yang terbuka. Dengan konsep ini, kerapian dan disiplin di sekolah benar-benar bisa diwujudkan. Disiplin siswa bisa diterapkan dengan baik tanpa harus razia,” katanya. (*)







