Bengkulu – Penguatan tata kelola pemerintahan menjadi fokus utama Pemerintah Kota Bengkulu menyusul pelantikan dua pejabat strategis di lingkungan birokrasi. Langkah ini ditegaskan sebagai bagian dari upaya memastikan mesin pemerintahan berjalan solid, disiplin, dan satu arah dalam melayani kepentingan publik.
Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi secara resmi melantik Medy Pebriansyah sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bengkulu dalam prosesi yang berlangsung khidmat di Balai Kota Merah Putih, Jumat (30/01/2026) sore. Pelantikan tersebut disertai penegasan langsung dari Walikota terkait pentingnya kerja kolektif dan penghapusan sekat-sekat kepentingan antarorganisasi perangkat daerah.
“Saya tegaskan, hilangkan ego sektoral antar OPD, bidang, maupun sub-bidang. Tidak boleh ada sikap masa bodoh terhadap urusan publik hanya karena merasa itu bukan tupoksi bidangnya. Ini adalah tanggung jawab bersama,” ujar Dedy Wahyudi.
Dalam arahannya, Walikota menekankan bahwa soliditas birokrasi menjadi kunci keberhasilan program pemerintah. Ia mengingatkan para pejabat, khususnya eselon III, IV, dan V, bahwa mereka merupakan garda terdepan pelaksana kebijakan yang langsung bersentuhan dengan pelayanan masyarakat.
Sebagai bentuk komitmen, seluruh pejabat menandatangani Pakta Integritas yang berisi kesanggupan menjalankan visi dan misi pimpinan daerah. Dedy menegaskan, kepatuhan terhadap arahan pimpinan bukan sekadar formalitas, melainkan kewajiban yang memiliki konsekuensi tegas apabila diabaikan.
Sanksi yang disiapkan, lanjutnya, mencakup mutasi, rotasi, demosi, hingga pemberhentian dari jabatan atau non-job. Penilaian kinerja akan dilakukan secara objektif oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bengkulu.
Menggunakan analogi sebuah kapal, Dedy meminta seluruh aparatur sipil negara berada dalam satu frekuensi. Menurutnya, pemimpin bertanggung jawab menjaga agar roda pemerintahan tetap stabil dan tidak keluar jalur sebelum tujuan pelayanan kepada masyarakat tercapai.
Selain pelantikan Pj Sekda, Pemerintah Kota Bengkulu juga resmi melantik Noni Yuliesti sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bengkulu pada Rabu, 28 Januari 2026. Pelantikan ini menjadi bagian dari penyegaran birokrasi eselon II dan III guna mengoptimalkan kinerja pemerintahan di bawah kepemimpinan Dedy Wahyudi dan Wakil Walikota Ronny PL Tobing.
Kepala BKPSDM Kota Bengkulu, Achrawi, menegaskan seluruh tahapan pengangkatan Noni Yuliesti telah dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Proses tersebut mengacu pada daftar rekomendasi hasil uji kompetensi pejabat pimpinan tinggi pratama yang tertuang dalam surat resmi Kepala Badan Kepegawaian Negara nomor 15204/R-AK.02.02/SD/F/2025.
“Semua prosedur telah dilakukan dan semua sesuai dengan aturan,” ujar Achrawi, Jumat (30/1/26).
Noni Yuliesti dikenal memiliki rekam jejak panjang di birokrasi, pernah menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah Provinsi Bengkulu serta Kepala Bappelitbang Provinsi Bengkulu. Dengan pengalaman tersebut, ia dipercaya memimpin Bapenda Kota Bengkulu untuk memperkuat optimalisasi Pendapatan Asli Daerah.
Ia menggantikan Nurlia Dewi yang kini mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bengkulu. Rotasi jabatan ini diharapkan mampu menghadirkan energi baru dalam birokrasi, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja pemerintahan bagi masyarakat Kota Bengkulu.





