Bengkulu – Gubernur Helmi Hasan mengajak peserta Retreat Merah Putih untuk menguatkan iman dan amal saat menyambangi kegiatan subuh di Masjid Nurul Islam, Kelurahan Anggut Bawah, Sabtu (3/1/26).
Suasana subuh itu terasa berbeda ketika lantunan doa dan zikir mengiringi kehadiran Gubernur Bengkulu di tengah peserta Retreat Merah Putih Angkatan Keempat yang tengah mengikuti pembinaan spiritual dan karakter kebangsaan.
Dengan suasana sederhana namun sarat makna, Gubernur Helmi Hasan menyampaikan pesan mendalam kepada peserta Retreat Merah Putih Kelompok 5 yang dipimpin Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, drg. Edriwan Mansyur. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap kebajikan yang dilakukan berakar dari iman yang kuat kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.
Menurut Gubernur Helmi Hasan, sebesar apa pun amal kebajikan yang ingin dilakukan, baik sebagai aparatur sipil negara, pedagang, maupun profesi lainnya, semuanya bersumber dari iman. Iman tersebut, kata dia, tidak hadir secara instan, melainkan melalui proses hijrah, yakni keberanian meninggalkan perkara yang dicintai demi cinta kepada Allah dan kehidupan akhirat.
“Seperti yang dicontohkan oleh Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat radiallahu ‘anhum, hijrah adalah fondasi perubahan. Dari sanalah iman tumbuh dan kebajikan mengalir,” ujar Gubernur Helmi Hasan yang pada kesempatan itu didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni.
Kunjungan subuh tersebut menjadi suntikan ruhani bagi para peserta Retreat Merah Putih yang sejak beberapa hari terakhir mengikuti rangkaian pembinaan iman dan penguatan karakter kebangsaan. Retreat Merah Putih dirancang sebagai ruang perenungan agar aparatur negara dan peserta lintas perangkat daerah dapat kembali menata niat, memperkuat iman, serta menajamkan kepekaan sosial dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Ketua Kelompok 5, drg. Edriwan Mansyur, dalam laporannya menyampaikan bahwa kelompok yang dipimpinnya terdiri dari 13 peserta dari Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu dan lima peserta dari Dinas Lingkungan Hidup. Ia menegaskan Retreat Merah Putih memberikan dampak besar bagi peserta, khususnya dalam peningkatan iman dan takwa.
“Retreat Merah Putih ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Peserta menjadi lebih semangat beramal, banyak ilmu yang didapat, dan banyak sunah yang dipelajari,” ungkapnya.
Lebih lanjut, drg. Edriwan mengakui adanya refleksi mendalam yang ia rasakan secara pribadi selama mengikuti retreat. Ia menyadari bahwa keyakinan kepada Allah dapat melemah, dan ketika hal itu terjadi, semangat beramal pun ikut menurun.
“Sejak ikut kegiatan ini mulai terpikir bahwa kita sebagai umat bertuhan tidak boleh egois, hanya mengharap kebaikan untuk diri sendiri dan keluarga. Tetapi juga harus memikirkan bagaimana seluruh umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bisa masuk surga,” ujarnya dengan nada haru.
Gubernur Helmi Hasan menutup kunjungan subuh tersebut dengan menegaskan bahwa kepemimpinan sejati bermula dari iman yang kokoh, keikhlasan dalam beramal, serta keberanian untuk berhijrah menuju kebaikan. Di bawah cahaya pagi yang mulai merekah, pesan itu tertanam kuat di hati peserta Retreat Merah Putih sebagai bekal menjalankan amanah pengabdian kepada masyarakat dan daerah.







