5 Perusahaan Tambang Beroperasi di Raja Ampat, Hanya PT Gag Nikel yang Aktif Produksi
Bahlil menjelaskan bahwa kunjungannya bertujuan meninjau langsung dan merespons kekhawatiran masyarakat. “Saya datang ke sini untuk mengecek langsung kepada seluruh masyarakat. Hasilnya nanti akan dicek oleh tim saya,” ungkap Bahlil dalam keterangan tertulis.
Evaluasi Menyeluruh oleh Tim Inspektur Tambang
Sementara itu, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba), Tri Winarno, mengatakan tidak ditemukan masalah di lokasi tambang. “Dari pantauan udara, tidak ada sedimentasi di area pesisir. Jadi tambang ini tidak ada masalah,” ujar Tri.
Namun, untuk memastikan kondisi sebenarnya, Tri telah menurunkan tim Inspektur Tambang guna melakukan inspeksi di beberapa Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) dan memberikan rekomendasi kepada Menteri ESDM sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan lebih lanjut.
Dengan sorotan tajam terhadap aktivitas tambang di wilayah konservasi seperti Raja Ampat, perhatian publik kini tertuju pada langkah lanjutan yang akan diambil oleh pemerintah terhadap perusahaan-perusahaan tambang di sana.




