Scroll untuk baca artikel
Alaku
Alaku
Alaku
Alaku
News

Tentang Jembatan Ampera, Ikon Kota Palembang!

×

Tentang Jembatan Ampera, Ikon Kota Palembang!

Sebarkan artikel ini
Jembatan Ampera
Tentang Jembatan Ampera, Ikon Kota Palembang!

Tahukah Anda bahwa Jembatan Ampera di Palembang, Sumatera Selatan, adalah jembatan terpanjang pertama yang dibangun di Indonesia? Jembatan ini berada di atas sungai Musi dan merupakan jembatan gantung yang menggunakan jenis kabel panjang sebagai pendukung strukturnya. Jembatan Ampera diresmikan pada tanggal 30 September 1965 dan pada saat itu merupakan jembatan terpanjang di Indonesia.

Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan pembangunan infrastruktur di Indonesia, Jembatan Ampera tidak lagi memegang gelar sebagai jembatan terpanjang di negara ini. Bahkan di Pulau Sumatera sendiri, Jembatan Ampera sekarang berada di urutan kedua setelah Jembatan Barelang yang terletak di Kepulauan Riau (Kepri).

Bagi Anda yang penasaran dengan jembatan terpanjang di Indonesia saat ini, berikut adalah beberapa jembatan yang memegang gelar tersebut:

  1. Jembatan Suramadu, yang merupakan jembatan terpanjang di Indonesia, dibangun pada tahun 2003 dan diresmikan pada tahun 2009, seperti yang disebutkan dalam e-book “The Amazing of Indonesia 71 Keajaiban Indonesia yang Wajib Diketahui” oleh Sugeng HR. Biaya pembangunan jembatan ini, seperti yang dilansir oleh situs resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), mencapai lebih dari Rp4,5 triliun. Jembatan Suramadu memiliki panjang sekitar 5.438 m dan menghubungkan Surabaya di pulau Jawa dengan Bangkalan di Madura. Secara rinci, jembatan ini memiliki tinggi 146 m, lebar 30 m, dan rentang panjang sebesar 434 m. Terdiri dari tiga bagian utama, yaitu jembatan penghubung, jalan layang, dan jembatan utama. Tujuan pembangunan Jembatan Suramadu adalah untuk mempercepat tingkat pembangunan di Madura serta wilayah lainnya di Jawa Timur.

 

  1. Jembatan Pasupati, yang terletak di Bandung, Jawa Barat, adalah jembatan terpanjang kedua di Indonesia. Nama “Pasupati” merupakan singkatan dari “Pasteur Surapati”. Jembatan ini berfungsi sebagai jalan layang yang menghubungkan Jalan Pasteur dengan Surapati, yang merupakan jalan utama di kota Bandung. Jembatan Pasupati memiliki panjang sekitar 2.800 m, dengan lebar jalan antara 30 hingga 60 m. Jembatan ini diresmikan pada tanggal 12 Juli 2005 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

 

  1. Jembatan Barelang, terletak di Batam, Kepulauan Riau, Indonesia, merupakan jembatan yang berjarak sekitar 20 meter dari pusat kota. Nama “Barelang” adalah singkatan dari “Batam, Rempang, dan Galang”. Jembatan ini menghubungkan beberapa pulau, termasuk pulau Batam, Tonton, Rempang, Nipah, Dalang, dan Galang Baru. Ada juga sebutan lain untuk jembatan ini, yaitu “Jembatan Habibie”, karena B.J. Habibie memprakarsai pembangunan jembatan ini. Selain itu, jembatan Barelang juga dikenal dengan nama “Jembatan Satu” dan “Jembatan Fisabilillah”. Proses pembangunan jembatan ini berlangsung selama sekitar 6 tahun, dari tahun 1992 hingga 1998, dengan biaya pembangunan sekitar Rp 400 miliar.

 

 

  1. Jembatan Merah Putih (1.140 m): Jembatan Merah Putih berada di Maluku Tengah dan menghubungkan Bandara Pattimura dengan pusat kota Ambon. Jembatan ini memiliki panjang total 1.140 meter dan terdiri dari tiga bagian, yaitu jembatan utama sepanjang 300 m, jembatan pendekat sepanjang 520 m di sisi utara, dan jembatan pendekat sepanjang 320 m di sisi selatan. Biaya pembangunan jembatan ini mencapai Rp 779,2 miliar dan menggunakan dana APBN.

 

  1. Jembatan Siak Sri Indrapura (1.196 m): Jembatan Siak Sri Indrapura berada di Siak, Provinsi Riau. Jembatan ini memiliki panjang total 1.196 meter dan terdiri dari dua unit pylon di sisi utara dan selatan. Jembatan ini menghubungkan Kecamatan Siak (sisi utara) dan Kecamatan Mempura (sisi selatan) dengan tujuan memperlancar transportasi wilayah Siak ke daerah sekitarnya.

Tim detikBali – detikSumbagsel melaporkan bahwa Jembatan Ampera di Palembang, Sumatera Selatan, memiliki panjang 1.777 m, menjadikannya sebagai salah satu jembatan terpanjang di Indonesia. Jembatan ini dibangun di atas Sungai Musi dan konstruksinya dimulai pada tahun 1962. Pada awalnya, jembatan ini dikenal dengan nama Jembatan Bung Karno. Pada tahun 1981, jembatan ini mengalami renovasi. Secara historis, Jembatan Ampera telah mengalami tiga kali perubahan warna, mulai dari abu-abu, kuning, hingga merah. Warna merah yang kini menjadi identitas jembatan ini pertama kali diterapkan pada tahun 2002.

Namun, walaupun Jembatan Ampera pernah menjadi jembatan terpanjang pertama yang dibangun di Indonesia, saat ini jembatan tersebut bukan lagi yang terpanjang. Terdapat jembatan lain yang memiliki panjang lebih besar di beberapa wilayah di Indonesia.

Meskipun Jembatan Ampera bukan lagi jembatan terpanjang di Indonesia, namun jembatan ini tetap menjadi salah satu ikon kota Palembang dan memiliki nilai sejarah yang penting bagi masyarakat setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *