JAKARTA – Tagar #KaburAjaDulu viral, tagar tersebut tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial sebagai bentuk kritik terhadap kesenjangan sosial di Indonesia. Sementara itu, di sisi lain, pemerintah tengah berusaha keras meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata.
Pariwisata Indonesia Tumbuh Pesat
Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana, dalam laporan 100 hari kerja kepada Presiden Prabowo Subianto, mengungkapkan bahwa jumlah wisatawan, baik domestik maupun internasional, mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2024 mencapai 13,9 juta, meningkat 19,05% dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal serupa juga terjadi pada wisatawan nusantara (wisnus), yang mencatatkan 1,021 miliar perjalanan, naik 21,7% dari tahun sebelumnya.
Sebagai bagian dari strategi mendatangkan wisatawan asing, pemerintah memberikan bebas visa bagi 13 negara serta visa on arrival untuk 97 negara. Selain itu, diterapkan golden visa, yang memungkinkan warga asing menetap lebih lama untuk berinvestasi. Kemenpar juga menargetkan 14,6 – 16 juta kunjungan wisman pada 2025.
Kesenjangan Sosial di Balik Pesatnya Pariwisata
Meski sektor pariwisata berkembang pesat, tidak semua lapisan masyarakat merasakan dampak positifnya. Contohnya di Bali, di mana dominasi turis asing semakin kentara. Kawasan Canggu bahkan dijuluki “Moscow Baru” karena banyaknya warga Rusia yang tinggal dan berbisnis di sana. Selain itu, keberadaan Parq Ubud yang dihuni mayoritas oleh WNA Rusia menimbulkan kontroversi, termasuk dugaan pelanggaran aturan terkait alih fungsi lahan pertanian.