Bengkulu – Ribuan pencari kerja memadati halaman Rumah Dinas Gubernur Bengkulu sejak pagi hari, Kamis (10/4). Antusiasme tinggi ini dipicu oleh gelaran Job Fair Merah Putih yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Bengkulu sebagai bagian dari upaya mengurangi angka pengangguran di daerah.
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menyebutkan bahwa job fair ini menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi lowongan, pelatihan, hingga wawancara langsung dengan puluhan perusahaan.
“Kami tidak menyangka antusiasme masyarakat begitu tinggi. Ini menunjukkan semangat besar warga Bengkulu untuk bekerja dan maju,” kata Helmi.
Job fair ini terbagi dalam tiga zona utama:
Zona Pelatihan: Dilengkapi layar LED, peserta diajarkan membuat CV, mengisi lamaran, hingga simulasi wawancara.
Zona Wawancara: Bertemu langsung dengan perwakilan lebih dari 40 perusahaan yang membuka lowongan.
Zona Konsultasi Terbuka: Bagi pencari kerja yang membutuhkan arahan tambahan dalam proses melamar.
Kepala Disnakertrans Provinsi Bengkulu, Syarifudin, menegaskan bahwa seluruh proses difasilitasi demi memastikan peserta benar-benar siap menghadapi dunia kerja.
“(Pencari Kerja, red) bisa langsung wawancara, serahkan lamaran, bahkan konsultasi. Semuanya kami siapkan di sini,” ujarnya.
Dengan gelaran ini, Pemprov Bengkulu berharap bisa mempertemukan kebutuhan dunia kerja dengan potensi SDM lokal secara lebih inklusif dan tepat sasaran.
Angka Pengangguran Provinsi Bengkulu
Berdasarkan data terbaru dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2024 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, Selasa (8/4/2025), angka pengangguran terbuka di Bengkulu tercatat sebesar 35,34 ribu orang. Angka ini menurun 6,62 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Jika dibandingkan dengan Februari 2024, penurunan juga tercatat sebesar 0,16 persen atau sekitar 55 orang. Meski relatif kecil, penurunan ini menandai tren positif bahwa lapangan kerja di Bengkulu terus mengalami perbaikan.
Tak hanya itu, jumlah penduduk yang bekerja pun meningkat. Per Agustus 2024, jumlahnya mencapai 1,10 juta orang—naik 2,96 persen dibanding Agustus 2023, atau bertambah sekitar 31,62 ribu orang.
Sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, dan perburuan masih menjadi tulang punggung penyerapan tenaga kerja di Bengkulu, dengan total pekerja mencapai 489,33 ribu orang atau 44,43 persen dari total angkatan kerja. Sektor ini juga mencatat kenaikan sebesar 1,09 persen dibanding tahun lalu.
Di sisi lain, sektor pertambangan dan penggalian mengalami penurunan tajam sebesar 20,77 persen. Sebaliknya, sektor real estate mencetak pertumbuhan paling tinggi, melonjak hingga 55,22 persen dibanding Agustus 2023.
Meski demikian, tantangan kualitas SDM masih menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi pemerintah. BPS mencatat, 32,53 persen tenaga kerja di Bengkulu masih berpendidikan SD ke bawah, sedangkan hanya 17,56 persen yang mengenyam pendidikan diploma atau universitas.







