Polres Lubuk Linggau Gelar Gerakan Pangan Murah untuk Stabilkan Harga Pangan dan Tekan Inflasi
Untuk memastikan pemerataan, panitia memberlakukan aturan ketat, di mana setiap warga hanya diperbolehkan membeli maksimal 10 kg (2 karung) dalam satu kali transaksi.
AKBP Adithia Bagus Arjunadi mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan kontribusi nyata Polri dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.
“Gerakan Pangan Murah ini bukan sekadar bakti sosial, tetapi juga bagian dari upaya strategis kita bersama Pemkot dan Bulog untuk mengendalikan inflasi,” ujar Kapolres di sela-sela peninjauan.
Dengan menyediakan beras dengan harga terjangkau langsung kepada masyarakat, Polres Lubuklinggau berharap dapat menekan gejolak harga di pasaran dan membantu meringankan beban pengeluaran warga.
Antusiasme masyarakat di kedua lokasi sangat tinggi. Ratusan warga dari Kecamatan Lubuklinggau Timur dan Selatan rela antre dengan tertib di bawah pengawasan aparat kepolisian. Mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah ini.
“Alhamdulillah, harganya murah sekali, sangat membantu kami. Antrenya juga tertib karena dijaga Bapak Polisi, jadi kami merasa aman dan nyaman,” ujar Ibu Santi, salah seorang warga di Lapangan ICM.





