Pantangan Hari Pertama Imlek di Rumah, Ini Aktivitas yang Perlu Dihindari

Bengkulu – Hari pertama Tahun Baru Imlek tidak sekadar menandai pergantian kalender Tionghoa, tetapi juga dipandang sebagai fase krusial dalam menjaga keberuntungan dan keharmonisan rumah tangga. Karena itu, masyarakat Tionghoa mengenal sejumlah pantangan yang berkaitan langsung dengan aktivitas di dalam rumah agar rezeki dan energi positif tetap terjaga sepanjang tahun.
Berdasarkan sumber detik, pantangan tersebut umumnya berhubungan dengan kebersihan, penataan rumah, hingga penggunaan perlengkapan rumah tangga. Kepercayaan ini bertujuan memastikan rumah berada dalam kondisi siap menyambut keberuntungan sejak hari pertama Imlek.
Sejumlah kebiasaan rumah tangga dipercaya sebaiknya tidak dilakukan pada hari pertama Imlek. Salah satunya adalah mencuci piring dan peralatan dapur. Aktivitas ini diyakini dapat menghilangkan rezeki yang baru datang, sehingga seluruh perlengkapan dapur biasanya sudah dibersihkan sejak malam sebelum pergantian tahun.
Pantangan lain berkaitan dengan mencuci pakaian. Masyarakat meyakini mencuci baju pada hari pertama Imlek memiliki makna simbolis membuang keberuntungan rumah tangga. Karena itu, seluruh cucian disarankan diselesaikan sebelum malam Tahun Baru Imlek agar rumah tetap tertata tanpa aktivitas pembersihan besar.
Kegiatan menyapu rumah juga dihindari karena dimaknai sebagai tindakan menyapu keluar keberuntungan. Rumah umumnya telah dibersihkan menyeluruh sebelumnya, bahkan alat-alat kebersihan seperti sapu dan kain pel disimpan agar tidak digunakan secara tidak sengaja.
Selain itu, membuang sampah pada hari pertama Imlek juga termasuk pantangan. Sampah hasil bersih-bersih sebelum Imlek biasanya disimpan terlebih dahulu di dalam rumah. Kepercayaan ini berkaitan dengan anggapan bahwa rezeki masih melekat, sehingga tidak boleh ikut terbuang bersama sampah.
Membersihkan rumah seperti mengepel lantai atau merapikan perabot juga tidak dianjurkan dilakukan pada hari pertama. Aktivitas tersebut baru boleh dilakukan pada hari-hari berikutnya dengan aturan tertentu, misalnya menyapu dari arah pintu utama ke bagian tengah rumah agar keberuntungan tetap berada di dalam.
Penggunaan alat rumah tangga yang tajam, seperti pisau dan gunting, juga dihindari. Benda-benda tersebut dipercaya dapat memotong rezeki, sehingga biasanya disimpan rapi selama perayaan Imlek berlangsung.
Pantangan-pantangan ini dirujuk dari e-Journal yang ditulis Jepriyanti Br Tambunan, Sridevi Hutauruk, dan Zeco Hamos Sianno Pardede, sebagaimana dilansir detik, yang mengulas tradisi Imlek dalam kajian budaya dari ISBI Bandung bersama akademisi dari Universitas Sumatera Utara.
Di samping larangan, terdapat pula sejumlah anjuran yang biasa dilakukan di rumah saat Imlek. Membersihkan rumah sebelum pergantian tahun menjadi langkah utama yang dimaknai sebagai upaya membuang energi negatif dari tahun sebelumnya.
Ruang tamu juga dianjurkan ditata dengan rapi dan nyaman karena menjadi area utama menerima tamu dan kerabat. Penataan ini mencerminkan kesiapan pemilik rumah dalam menjaga keharmonisan dan menyambut keberuntungan.
Alat-alat kebersihan disarankan disimpan dari jangkauan pada hari pertama Imlek agar tidak digunakan. Rumah sebaiknya dibiarkan rapi tanpa aktivitas mencuci, menyapu, atau mengepel sebagai simbol keteraturan dan kesiapan menerima energi positif.
Selain itu, pencahayaan rumah dianjurkan ditata dengan baik. Menyalakan lampu dan memberi cahaya di sudut-sudut rumah dipercaya dapat memperbaiki feng shui dan menciptakan suasana hangat. Hiasan bernuansa merah, seperti lentera atau ornamen dekoratif, juga umum dipasang karena melambangkan keberuntungan dan sukacita.
Pantangan dan anjuran tersebut menunjukkan peran rumah sebagai pusat keharmonisan keluarga selama Imlek. Dengan menjaga aktivitas rumah tangga pada hari pertama, masyarakat berharap rumah menjadi tempat berlabuhnya rezeki, ketenangan, dan energi positif sepanjang tahun yang baru.





